Kutai TimurTerkini

Dies Natalis ke-69, GMNI Kutim Gelar Diskusi Publik

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Nyaris tujuh dekade Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berkiprah, sejak tahun 1954 silam terbentuk, tetap menghantarkan organisasi kemahasiswaan itu seirama dengan gerakan rakyat. Dengan kata lain, transisi rezim kekuasaan di Indonesia tidak lantas membuat kredo GMNI yakni sebagai Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang tak bersemayam dalam perjuangan rakyat sepenuhnya.

Dikutip dari laman gmni.or.id, setelah sembilan tahun Indonesia merdeka, GMNI dibentuk dengan tujuan mendidik kader bangsa dalam mewujudkan Sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 UUD 1945.

Di samping itu pada 23 Maret 2023 lalu, seluruh GMNI di berbagai belahan pulau Indonesia memperingati kelahiran organisasi berwatak nasionalis tersebut. Termasuk Dewan Pimpinan Cabang GMNI Kutai Timur yang menyelenggarakan Dies Natalis Ke-69 sekaligus Diskusi Publik bertajuk “Demokrasi dan Ruang Digital Menuju Pemilu Tahun 2024”, pada Sabtu, (25/3), sore, di Kedai Coffe Time, Sangatta Utara.

Baca Juga :   Wabup Kutim Usulkan Tambahan SLTA Baru di Kutim

Melalui sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah GMNI Kalimantan Timur, Andi Muhammad Akbar, menjelaskan pandangannya mengenai demokratisasi di Tanah Air. Bahwa sejatinya demokrasi substansial sepatutnya diwujudkan melalui kebebasan individu serta mengedepankan hak sipil.

“Demokrasi prosedural ini harus dimajukan menjadi demokrasi yang substansial. Ketika pemimpin-pemimpin di daerah yang terpilih, para wakil rakyat yang terpilih dia mampu memberikan sumbangsih (melalui) jabatannya. Untuk menyuarakan kebijakan-kebijakan yang berpihak ke masyarakat,” jelasnya.

Selain itu ia juga menyinggung peluang dan tantangan generasi zilenial menjelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang. Menurutnya, angkatan muda yang lahir antara tahun 1997-2009 perlu mempersiapkan diri menghadapi pemilihan umum (Pemilu) tahun depan. Terutama dalam menanggulangi polarisasi yang diwarnai dengan politik identitas.

Baca Juga :   Kapal Tugboat Penarik Tongkang Alami Kebocoran Diperairan Muara Bengalon

“Disinilah peran GMNI harus berpihak bahwa Pemilu 2024 nanti tidak boleh menjadi Pemilu yang 2017 atau 2019,” urai Akbar, sapaan karibnya.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Alumni GMNI Kutai Timur, Puji Kinasih, mengungkapkan usia organisasi yang membesarkannya itu sudah terbilang tua. Artinya kematangan dalam berpikir maupun bertindak adalah sebuah keniscayaan bagi GMNI.

“Selalu membangun ruang-ruang diskusi dan literasi sebagai bekal kita kedepan. Ketika kita sudah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Dies Natalis GMNI ke-69, Julianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan dalam memupuk kebersamaan pada momentum hari jadi para kaum marhaenis.

Pada kegiatan itu narasumber Diskusi Publik sebanyak empat orang diantaranya Komisi Pemilihan Umum, Handoko, Badan Pengawas Pemilihan Umum, Budi Wibowo, Ketua PA GMNI Kutim, Puji Kinasih dan Bendahara DPD PA GMNI Kaltim, Aleks Bhajo. (ARF)

Loading

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!