BudayaKutimTerkini

Pelas Tanah 6 Digelar Sederhana, Abdal Nanang Titipkan Pesan Moral Untuk Pemkab Kutim

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, KUTIM- Pelas Tanah yang bermakna pembersihan diri serta bumi tempat berpijak, sampai saat ini masih terus dilestarikan meski dengan cara yang sederhana dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada saat acara pembukaan Pelas Tanah 6 Kepala Adat Besar Kutai Sayyid Abdal Nanang Al Hasani menitipkan pesan moral kepada Pemerintah Kabupaten Kutim agar terus mendukung serta bekerja sama dengan baik bersama Lembaga Adat Besar Kutai.

“Lembaga Adat Besar Kutai ini kan bukan musuh, sebagai pemimpin daerah baiknya merangkul semuanya tanpa terkecuali. Masalah politik ya politik tetapi masalah adat ini dengan seluruh paguyuban bahwa niat kita kan membantu pemerintah dan masyarakat agar bangkit melalui seni dan budaya”, ujar Abdal Nanang saat ditemui di Gedung Serba Guna atau Gedung Adat Besar Kutai.

Selain itu, Kata Abdal Nanang dulu memang berbeda dalam pandangan politik dari segi dukungan namun sekarang setelah menjadi Bupati dan Wakil Bupati hendaklah bina semuanya. Jangan menggunakan sistem kubu karena dapat menyebabkan perpecahan.

“Semoga mereka mengerti sebagai pemimpin ya. Dapat mengakomodir kita semuanya baik LSM, Paguyuban, maupun Adat Besar Kutai Timur”, imbuhnya.

Abdal Nanang menegaskan semoga Pemkab Kutim dapat membangun Kutim lebih maju, dengan jumlah anggaran yang cukup besar sehingga masyarakat Kutim dapat hidup dengan layak. Dan APBD yang sudah disahkan untuk tahun mendatang akan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat seperti pembangunan, insfratruktur dan sebagainya.

“APBD jangan dipergunakan hanya untuk belanja keperluan dinas saja tapi perlihatkan bentuk fisiknya seperti pembangunan yang menyentuh langsung ke masyarakat”, pungkasnya.

Adat Besar Kutai Timur menyurat ke Pemkab Kutim agar Bupati atau Wakil Bupati dapat hadir dan membuka Pelas Tanah 6 namun dihari yang sama, Senin (22/11/2021) Pemkab Kutim mengabarkan tidak dapat hadir karena berbenturan dengan agenda lain. Namun bagi Abdal Nanang hal itu lumrah terjadi, ia tetap bersyukur atas kehadiran Camat Sangatta Utara Hasdiah, dan beberapa dari OPD serta pihak perusahaan.

“Mereka menyatakan siap hadir sehingga kita pasang baliho untuk membuka acara ini, tapi ya tidak apa-apa karena banyak juga yang hadir”, tukasnya.

Hasdiah, Camat Sangatta Utara menyampaikan rasa terimakasihnya kepada panitia acara karena dalam pelaksanaan ini tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga gelaran Pelas Tanah 6 dapat dilaksanakan meskipun dengan skala kecil. Menurut Hasdiah menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan suatu kewajiban bahkan dalam undang-undang diamanahkan menjaga, melindungi, dan melestarikan budaya asli daerah.

“Semoga dengan adanya Pelas Tanah dan dengan adanya Adat Besar Kutai Timur dapat menyatukan semua suku yang ada, semua bersatu membangun Kutim lebih baik dan aman. Tanpa adanya Lembaga Adat Besar Kutai kita tidak tahu bagaimana kerukunan antar suku”, tandasnya.

Sebelumya, Rustam Effendi Lubis sebagai Ketua Panitia Pelas Tanah memaparkan bahwa awalnya Pelas Tanah 6 dalam tahun ini tidak ada namun berbagai pertimbangan akhirnya acara Pelas Tanah pun terselenggara “Karena Budaya Tidak Boleh Mati”. Mudah-mudahan di tahun 2022 dapat digelar kembali semeriah dulu.

“Karena ini skala kecil dan sederhana sehingga yang kami undang hanya perwakilan saja, dengan prokes yang ketat tentunya,” paparnya.

Untuk diketahui, rangkaian acara Pelas Tanah dimulai sejak Minggu (21/11/2021), acara dimulai dengan Bepelas atau melakukan ritual di penjuru Kota Sangatta, kemudian acara pun dilanjutkan pada Senin dan Selasa 22-23 Nopember 2021. Diawali dengan seremonial Pelas Tanah 6, pagelaran seni budaya, ritual adat Kutai, ritual adat ngenjong, peringatan Maulid Nabi SAW, dan ditutup dengan upacara Adat Kutai. (JK)

admin2

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button