Berkaca Dari Pileg Lalu, DPC Hanura Kutim Siap Rebut Kejayaan di Parlemen 2024

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Kegagalan pada pemilihan legislatif (Pileg) yang lalu menjadi pukulan berat bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Kutim. Dibawah pimpinan Ketua DPC Hanura Kutim, Andi Muhammad Arafah menegaskan Pileg 2024 DPC Hanura harus kembali bangkit dan siap merebut kejayaan di Gedung Parlemen dengan menyusun strategi yang kokoh mulai dari akar hingga pucuknya.
Ditemui di Kantor Sekertariat Partai Hanura di Jalan HM. Ardans Kilometer 1 Sangatta Selatan, Ketua DPC Hanura, Andi Muhammad Arafah memaparkan strategi apa saja yang digunakannya untuk bertarung pada kontestasi lima tahunan tersebut. Salah satunya membentuk infrastruktur di tiap kecamatan dan desa.
“Saya dan teman-teman lainnya ini mulai memperkuat infratruktur dasarnya dengan membentuk PAC dan anak ranting kepartaiannya secara masif agar akumulasi dukungan dapat maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, apabila akarnya diperkuat maka gestur akar rumputnya pun dapat dikuasai. Dengan wajah baru Hanura Kutim diyakini dapat memenangkan satu kursi dalam satu daerah pemilihan (Dapil).
“Dapil kan ada empat ya, kalau tidak dapat menang empat kursi, ya minimal bisa mengembalikan kejayaan Hanura yang dulu yaitu tiga kursi,” pungkasnya.
Masih kata Andi Arafah, kegagalan yang dulu disebabkan adanya perubahan struktur keorganisasian ditengah perjalanan sehingga kekompakan pun menjadi pecah. Hal itulah yang tidak ingin terulang lagi. Ia pun menekankan kepada seluruh pengurus baik di DPC, PAC, maupun anak ranting agar lebih mengedepankan rasa solidaritas.
“Karena merebut suatu mayoritas kursi itu harus kuat. Tak dipungkiri yang namanya partai mau kuat ya butuh finansial, tapi itu bukan segala-galanya, kuncinya adalah kekompakan. Dengan kita kompak Insyallah kita bisa rebut kembali itu,” katanya.
Untuk kesiapan Hanura Kutim dalam menghadapi Pileg, Andi Arafah menegaskan sudah mencapai 65 persen, pun dengan penjaringan bakal calon legislatif (Bacaleg) sebab hampir di setiap dapil sudah memiliki calonnya masing-masing.
“Meskipun belum memenuhi target dari penyelenggara. Tapi insyaallah seiring berjalannya waktu kuota itu akan terpenuhi,” imbuhnya.
Ia menambahkan, untuk sayap keorganisasian Partai Hanura selain adanya PAC dan anak ranting tersebar di 76 desa dari 141 desa juga ada Satgas Partai Hanura, Komura, Perempuan Hati Nurani dan lainnya. Sementara untuk kegiatan sosial, Hanura bergerak bukan karena politik melainkan memang karena jiwa sosial dan tanggungjawab partai.
Terkait isu rencana Pemilu dengan sistem proporsional tertutup. Ketua DPC Hanura Kutim ini merasa hal itu cukup biak, sebab dengan tertutupnya proporsional itu maka akan melahirkan pemimpin legislatif yang berkualitas. Karena tentunya tiap parpol sudah mengetahui kualitas masing-masing tiap calonnya.
“Apabila benar itu akan tertutup maka Parpol ini akan dituntut bagaimana agar meng-kader orang menjadi profesional, siap, memiliki integritas, loyalitas, IQ, akuntabilitas, dan moralitas yang baik. Bayangkan jika pemilihan terbuka lalu ada Caleg baru yang tidak mengerti apa-apa maju, dia maju karena isi dalam tasnya tanpa ada kualitasnya maka Parpol itu melahirkan pemimpin yang dzalim,” tandasnya.(jk)



