
JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Burhan (32) dikabarkan hilang sejak Jumat (3/2) sekira pukul 21:00 WITA akhirnya ditemukan pada Selasa (7/3) oleh Tim SAR Gabungan Rescue Pos Sar Kutai Timur, TNI AL Manubar, Polairud Manubar, Pos Pol Manubar, Laskar Kebangkitan Kutai, dan keluarga korban. Korban dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa. Ia menjadi korban keganasan predator Sungai Manubar, Desa Manubar Dalam, Kecamatan Sandaran, Kutim.
Berdasarkan keterangan saksi, Aliyaman (42) yang kala itu tengah mancing menggunakan kapal ketinting bersama korban di Tanjung Plogor, Sungai Manubar. Sempat mendengar suara teriakan Burhan, namun ketika Aliyaman hendak membantu korban ternyata sudah hilang dari atas kapal.
“Saat itu Aliyaman duduk membelakangi Burhan, tak berapa lama korban berteriak, lalu Aliyaman menoleh kebelakang tapi korban sudah tidak ada disertai kapal ketinting oleng. Saksi ini melihat samar buaya melintas di samping kapal ketinting sehingga ia berasumsi dengan yakin Burhan disambar buaya,” ujar Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla.
Sebelumnya, kata Danlanal, Tim SAR Gabungan mencari korban dengan radius lima kilometer, kemudian diperluas hingga radius delapan kilometer ke hilir sungai. Pukul 21.41 WITA, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dan berhasil mengevakuasi tubuh korban.
“Untuk keadaan korban cukup mengenaskan, tubuhnya terpotong, kaki dan tangan terpisah dari tubuhnya,” imbuhnya.
Selanjutnya, jenazah Burhan usai di evakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarganya untuk memandikan dan membersihkan korban yang kemudian untuk segera dimakamkan.
Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla mengimbau warga di sekitar Sungai Manubar tersebut agar lebih berhati-hati untuk memancing guna menghindari korban jiwa dimangsa predator sungai tersebut.(jk)



