AdvetorialKukar

Jembatan Kukar akan Dipasangi Alat SHMS yang Bisa Deteksi Kerusakan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Kartanegara – DPU Kukar akan melakukan pemasangan alat SHMS di Jembatan Kartanegara. Selain untuk memenuhi persyaratan dari kementerian, alat itu juga berfungsi untuk mendeteksi kerusakan struktur jembatan secara cepat, berkala, dan otomatis.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar Restu Irawan mengatakan. Tahun ini mereka akan melakukan pemasangan alat Structure Health Monitoring System (SHMS). Di Jembatan Kartanegara yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

Pemasangat alat ini merupakan persyaratan wajib dari Kementerian PUPR. Sebagai sistem mitigasi kecelakaan akibat kerusakan jembatan.

“Ketika alat tersebut terpasang, maka DPU Kukar tidak lagi berkewajiban melakukan pengujian-pengujian. Baik itu pengujian statis maupun pengujian dinamis,” ujarnya baru-baru ini.

Restu melanjutkan, Jembatan Kartanegara wajib dipasangi SHMS. Karena merupakan jembatan dengan bentang panjang dan lebar. Sehingga wajib menerapkan sistem keselamatan jembatan. Saat ini sudah berjalan, namun masih manual. Sementara dengan SHMS, pencatatan periodiknya berjalan secara otomatis.

Total anggaran untuk pengadaan dan pemasangan alat SHMS ini kata Restu. Ialah sebesar Rp8,5 miliar dari APBD tahun ini.

“Memudahkan pemantauan berupa sensor gerak untuk pengukuran beban (pada jembatan),” tutup Restu.

Untuk diketahui, SHMS merupakan suatu proses pemantauan atau memonitoring mengenai informasi dari kondisi dan keamanan dari struktur bangunan.

Tujuan dari SHMS di antaranya melakukan pemantauan secara terus menerus pada struktur kesehatan bangunan. Mengetahui si awal mungkin mengenai kendala ataupun gejala yang tidak normal dari kondisi kesehatan bangunan.

Mencatat dari data-data mengenai beban yang di lalui oleh bangunan. Menjadikan sumber data untuk dilakukan analisa dalam untuk mengambil keputusan tindakan preventif ataupun perawatan pada bangunan.

Selain untuk memantau struktur bangunan, SHMS juga dapat digunakan untuk melakukan Proses Pengujian. Seperti Pengujian Load test dinamis dan statis. Pengukuran pada objek uji.

Memonitoring distribusi gaya-gaya pada object ketika menerima beban. Dan Memonitoring dampak/pengaruh pada lingkugan sekitar terhadap struktur bangunan yang di uji. (adv/vrn)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button