AdvetorialDPRD Kutim

Legislator Bakal Bahas Pembangunan Pabrik Metanol yang Stagnan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi metanol yang berlokasi di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, macet tanpa keterangan yang jelas. Proyek hilirisasi emas hitam tersebut sepatutnya sudah menghasilkan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Seperti menyerap tenaga kerja lokal dalam tahapan pembangunannya. Namun berdasarkan pantauan media ini, PT Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) sebagai perusahaan yang terlibat menyiapkan infrastruktur dasar industri metanol itu. Relatif lama tidak beraktivitas di lokasi konsesi nya.

Mandek nya aktivitas PT BCIP pun ditanggapi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur (DPRD Kutim), Hepnie Armansyah, saat ditemui di Ruang Hearing DPRD Kutim pada Senin, (5/6).

Menurut legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, tiadanya aktivitas tersebut dapat menimbulkan dampak tersendiri bagi penerimaan daerah.

“Pasti lah, kan, ada tambahan penghasilan yang hilang disitu. Selama ini berharap sudah (berdampak baik ke daerah) tapi tidak terjadi,” ujar Hepnie, sapaan pendeknya.

Kehilangan nilai tambah, lanjut Hepnie, seharusnya bisa dihindari apabila operasionalisasi PT BCIP tidak mengalami stagnasi. Pada kondisi tersebut tentu Kutim kena imbas secara langsung maupun tidak.

“Berpengaruh dong,” ungkap legislator Kutim kepada para awak media.

Oleh sebab itu pihaknya bakal melakukan pembahasan bersama komisi terkait yang membidangi urusan tersebut.

“Kita akan panggil dinas-dinas terkait (membahasnya) dengan kita. Saya benar-benar nggak cermatin masalah itu karena pure swasta, ‘kan. Tapi memang berdampak terhadap perekonomian kita, nanti kita follow up,” tandasnya. (Arf)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button