BudidayaKutai TimurTerkini

Membangun Ketahanan Pangan di Ujung Kutim dengan Budidaya Lele

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Pgs Danramil 0909-05 Muara Bengkal Letda Inf Bagus Aji, berikan pembekalan budidaya ikan lele guna perkuat ketahanan pangan di Desa Beno Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Kutim. Dengan membangun ketahanan pangan di ujung Kutim melalui penerapan teknologi bioflok diyakini mampu membuat masyarakat mandiri.

Apalagi, pengembangan budidaya lele berbasis teknologi bioflok, di kawasan tersebut masih terdapat kesenjangan sosial yang sangat tinggi dan inilah salah satu cara agar nilai kesenjangan antar masyarakat tidak hilang.

“Dengan kata lain, kawasan pedalaman di Kutim didorong untuk bisa menjadi objek pemberdayaan ekonomi seperti halnya di kota-kota,” ujar Pgs Danramil 0900-05 Muara Bengkal Letda Inf Bagus Aji.

Ia pun mengatakan bahwa budidaya ikan lele ini selain berfungsi untuk ketahanan pangan wilayah jika sewaktu waktu di perlukan juga dapat di jadikan sumber pendapatan ekonomi rakyat dan mengurangi pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan 4 sehat 5 sempurna yang biasanya di beli mungkin kedepannya maka cukup panen dari sini.

Dengan mengembangkan budidaya lele berbasis teknologi bioflok di kawasan ujung Kutim, itu bisa mendorong terciptanya pemerataan ekonomi, dan sekaligus menjaga ketahanan pangan di kawasan-kawasan terjauh. Menurutnya, penting untuk memperkuat wilayah perbatasan melalui pendekatan kesejahteraan.

“Kekuatan suatu bangsa juga diliat dari kekuatan pangan yang juga salah satunya adalah pengoptimalan lahan tidur yang dapat dikelola untuk budidaya ikan lele yang dapat dijadikan sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar apabila diolah dengan optimal,” jelas Danramil.

Dengan menjadikan komoditas lele sebagai sumber ketahanan pangan, Slamet menyebut, masyarakat sekitar yang mengonsumsinya akan mendapatkan pasokan kebutuhan gizi yang cukup dari sumber protein ikan di dalam lele. Kebutuhan gizi, sambung dia, menjadi masalah yang sering ditemukan di daerah perbatasan, dan itu bertentangan dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang mensyaratkan asupan gizi harus selalu terpenuhi. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!