PT PAMA Bareng Wartawan Tanam Mangrove di Pantai Limaru

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menanam 300 bibit mangrove di Pantai Limaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/9). Penanaman itu dilakukan bersama puluhan awak media yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota, di Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut dilancarkan menjelang peringatan 30 tahun PT PAMA pada akhir September mendatang. External Relation Department Head PAMA, Gunawan Setiadi, menuturkan upaya itu merupakan sebuah permulaan. Karena kedepan pihaknya bakal menjelajahi hutan mangrove yang potensial dikelola menjadi destinasi wisata ditambah jadi langkah tersendiri buat menekan emisi.
“Penanaman mangrove ini merupakan salah satu upaya kami (juga) untuk menekan emisi gas rumah kaca,” katanya dihadapan awak media.
Tidak berhenti disitu, rencananya akan dilakukan penanaman ribuan bibit mangrove lagi di Kota Balikpapan, persisnya sekitar area operasi PT PAMA.
Sementara itu, CSR Department Head PAMA, Maidi Irvan, mengatakan penanaman ratusan bibit mangrove itu menjadi salah satu wujud komitmen pihaknya. Ditambahkannya, anak usaha PT United Tractors tersebut, senantiasa menjaga kelestarian alam seraya mengupayakan aktivitas tambang yang ramah lingkungan.
“Kami sama-sama berupaya mengurangi emisi yang dihasilkan dengan melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap lingkungan, baik itu melalui revitalisasi hutan, merawat hutan dan melakukan reengineering,” tambahnya.
Sebelumnya, PS Panit 2 Binmas Air Potdirga Dit Polairud Polda Kaltim, Bripka Taufik Ismail, memberikan edukasi mengenai ekosistem mangrove. Menurutnya, semua jenis tumbuhan yang hidupnya di pesisir dan terdampak langsung pasang surut air laut itu disebut sebagai mangrove.
Ia menungkapkan jenis mangrove yang ditanam saat itu adalah rhizophora mucronata. Katanya, pertumbuhan mangrove setiap tahun hanya beberapa sentimeter dengan kata lain untuk mencapai tinggi hingga 1-2 meter memerlukan waktu bertahun-tahun.
“Makanya sayang sekali kalau mangrove itu dirusak dan ini mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Karbon biru itu 78 persen tersimpan di dalam lumpur yang di atasnya tubuh-tumbuhan mangrove,” ungkapnya. (Arf)



