Motivasi Destinasi Wisata, Dispar Kukar Gelar ATWI 2023
JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Kartanegara – Dispar Kukar menggelar Anugerah Tempat Wisata Indonesia (ATWI) 2023. Untuk mencari destinasi wisata terbaik pada empat kategori.
Ada ratusan destinasi wisata di seluruh wilayah Kukar. Beberapa sudah settle, sebagian lainnya masih berproses. Keberadaan objek-objek wisata itu, belakangan telah menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kutai Kartanegara.
Dampaknya mulai terasa, terutama pada sektor ekonomi kerakyatan. Pantai Panrita Lopi misalnya. Telah merangsang tumbuhnya destinasi wisata baru di pesisir Muara Badak. Serta para nelayan yang ikut terimbas, karena hasil tangkapannya bisa langsung dijajakan di jalur-jalur wisata.
Sebagai bentuk apresiasi kepada destinasi wisata. Dinas Pariwiata (Dispar) Kukar menggelar ATWI 2023. Ini adalah pertama kalinya ajang penghargaan untuk objek wisata pemerintah, swasta, dan desa wisata itu diadakan.
Kepala Dispar Kukar Slamet Slamet Rahardjo mengungkapkan, agenda ini adalah bentuk dukungan untuk para pengelola wisata di Kukar. Serta sebagai motivasi agar pengelolaan destinasi wisata bisa lebih baik lagi.
“Sehingga lebih banyak wisatawan datang. Multiplier effect-nya yang kita cari. Destinasi, homestay, UMKM, kuliner, dan wisatawan dapat mendapatkan manfaatnya,” ujarnya, Sabtu (17/6).
Lanjut Slamet, tahapan pendaftarannya saat ini sedang berjalan. Nantinya, tim penilai berasal dari berbagai bidang. Yang melibatkan akademisi Unmul, Unikarta, lalu dari Polres, dan praktisi pariwisata.
“Banyak yang tempatnya sudah bagus, tapi konsepnya perlu ditingkatkan. Agenda ini untuk memantik semangat pemilik tempat wisata supaya berbenah lagi,” lanjutnya.
Penilaiannya berlangsung dari Juni sampai Agustus 2023. Ada hadiah jutaan rupiah untuk para pemenang, selain piagam dan sertifikat. Nantinya, Dispar akan mencari 32 besar dahulu. Lalu akan dinilai berdasarkan 4 kategori yang telah disiapkan.
“Yakni kategori Daya Tarik Pengunjung, kategori Pemasaran, kategori Kelembagaan, dan kategori Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,” pungkas Slamet Rahardjo. (adv/vrn)



