BudayaKutai TimurKutimTerkini

Pesta Adat Pelas Tanah 7 Perkenalkan Belian Semega Dewa

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pesta adat Pelas Tanah 7 sudah menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pelas Tanah atau Erau biasanya menampilkan ragam kultur dan budaya yang ada di Kutim, untuk memperkenalkan adat dan budaya Kutai pada Pelas Tanah 7, Nur Aliyah menampilkan Belian atau Ngenjong Semega Dewa.

Belian Semega Dewa adalah sebuah ritual dimana pengenjong atau dukun akan berkeliling menuju alam kayangan, kemudian ada ritual mengantar dahar, memberi sesajen, setelah sebelumnya melaksanakan ritual menjamu benua. Upacara sakral ini dipusatkan di Lapangan Ilham Maulana (Folder) Sangatta Utara, (19-28) Oktober 2022.

Di samping itu acara Pelas Tanah merupakan langkah nyata yang diinisiasi oleh Lembaga Adat Besar Kutai Kabupaten Kutai Timur dalam menjaga indentitas dan melestarikan budaya dan adat istiadat asli daerah.

Kepala Adat Besar Kutai Timur, H. Sayyid Abdal Nanang Al HasaniĀ mengatakan sebelum ritual ngenjong dimulai ada jamuan yang dilakukan jamuan atau biasa disebut Pedu. Pedu itu sendiri terbagi-bagi ada Pedu Empat dan Pedu Delapan, sementara yang diatas panggung disebut balai.

“Ini kewajiban kita untuk memperkenalkan adat budaya Kutai karena dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Artinya kita semua wajib menghargai budaya asli,” ujarnya.

Abdal Nanang menegaskan adat budaya selain identitas karakter masyarakat Kutai Timur juga berperan penting dalam menyelaraskan proses pembangunan. ā€œKita dapat melakukan sebuah pembangunan tanpa harus mengasingkan suatu kebudayaan, pembangunan ditunjukan untuk menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera, sebagai masyarakat wajib harus mengelola dan menjaga budaya dengan baik, karena budaya merupakan sebuah identitas suatu bangsa,ā€ tegasnya.

Pelestarian nilai budaya merupakan bukti legitimasi masyarakat terhadap eksistensi sebuah adat dan budaya, keragaman, pembangunan karakter sebuah bangsa yang dikembangkan melalui budaya lokal. Ia pun menerangkan tugas sebuah lembaga adat itu sangat mulia yaitu mengayomi dan melindungi masyarakat selain itu lembaga adat merupakan mitra penting bagi pemerintah dalam memajukan masyarakat kampung.

“kita bersatu dengan semua paguyuban melahirkan suasana yang kondusif. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, artinya disitulah menghargai adat istiadat, paguyuban dan adat besar jangan terpisahkan, yang lalu kita terpisah karena politik kedepan tidak ada lagi hal itu,” tandasnya.

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button