Atur Tata Kelola Arsip di Kutim, Dispusip Gelar Bimtek

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Mengatasi masalah tata kelola arsip, yang memerlukan peningkatan kualitas pengelolaannya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Timur (Dispusip Kutim) mengadakan penguatan kapasitas para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk mengoperasikan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).
Disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kearsipan Dispusip Kutim, Yayuk Eka, melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Srikandi Bagi Admin OPD dan Pencatat Surat sebagai upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel, serta mewujudkan layanan berkualitas melalui pengelolaan arsip yang terpercaya.
“Pengelolaan arsip yang terorganisir dengan baik secara tidak langsung dapat menunjang kinerja dan memudahkan administrasi,” ungkapnya dihadapan 80 peserta di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, pada Kamis, (10/11), pagi.
Pada kesempatan itu ia menjelaskan, bahwa upaya peningkatan kualitas kinerja pada bidang kearsipan dilakukan, untuk terciptanya akuntabilitas kegiatan pemerintahan. Kemudian langkah tersebut ditempuh demi menjalankan amanah Undang- Undang 43 tahun 2009 tentang Kearsipan.
Lebih jauh dijelaskannya, pengelolaan arsip yang terorganisir dengan baik secara tidak langsung bisa menunjang aktivitas hingga memudahkan layanan administrasi. Tujuan penyelenggaraan kearsipan lebih yakni menjamin terciptanya ketersediaan arsip, serta mewujudkan tata kelola arsip yang andal.
“Karena jika nantinya terjadi kekeliruan data, hal itu dapat disinkronisasikan dengan arsip,” jelasnya.
Bimbingan teknis tersebug, sambungnya, merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh sebagai upaya mewujudkan pengelolaan arsip berbasis elektronik pada era revolusi industri 4.0 saat ini.
Di samping itu, mewakili Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum, dan HAM, Roma Malau, menyampaikan perihal kearsipan adalah hal penting yang harus dijaga, pelihara hingga bila perlu dikorbankan dalam memastikannya. Kemudian kualitas, dan integritas sumber daya manusia pengelola arsip juga perlu menjadi pertimbangan tersendiri, katanya.
“Kemudian dalam penyelesaian Bimtek ini dapat berjalang dengan baik, dan dapat diaplikasikan ke OPD masing-masing,” tandasnya. (Adv/Arf)



