Kutai TimurTerkini

Rembuk Stunting, Babinsa Kaliorang : Bukti Serius Turunkan Angka Stunting

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Rembuk Stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat desa dengan pemerintah desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa. Pencegahan stunting sangat penting demi masa depan anak yang lebih cemerlang. Babinsa Kaliorang Desa Citra Manunggal Jaya Sertu Lasman F menegaskan ini bukti lintas sektor dalam menurunkan angka stunting. Kamis (29/9/2022).

“Rembuk Stunting untuk membahas dan mencegah penanganan masalah kesehatan di desa khususnya stunting dengan memberdayakan sumber daya pembangunan yang ada di desa,” katanya.

Terpisah, Danramil 0909-06/Bengalon Kapten Inf Sajani P Lumbantoruan untuk mencegah stunting diperlukan pemenuhan nutrisi selama kehamilan, penuhi nutrisi anak dengan optimal, mempraktikkan kebersihan yang benar, mengatasi anak yang susah makan, dan konsultasi dengan tim pelayanan kesehatan.

“Untuk mencegah stunting harus mencukupi gizi, melengkapi imunisasi dan sanitasi serta mematuhi anjuran dari petugas kesehatan,” tegasnya.

Saat ini program-program 
penanggulangan stunting yang telah dilakukan diantaranya adalah pemberian makanan tambahan (PMT) pada Balita dan Ibu Hamil, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri dan ibu hamiL, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita, pemberian vitamin A pada anak.

Danramil menjelaskan ciri anak yang
mengalami stunting adalah pertumbuhannya yang lambat, hal ini bisa dilihat dari tubuh yang lebih pendek dan tampak lebih muda dibanding anak-anak seusianya. Sementara, anak dengan gizi buruk biasanya memiliki ciri-ciri kulit yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, dan otot mengecil,” jelas Danramil. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button