Pelayan Air Bersih PDAM TTB Jadi Sorotan Asmawardi Saat Reses di Bengalon

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur- Warga Kecamatan Bengalon keluhkan pelayanan air bersih PDAM Tirta Tuah Benua (TTB), hal itu disampaikan pada saat anggota DPRD Kutim Asmawardi melakukan Reses di wilayah tersebut. Dari laporan yang ia terima, bahwa pendistribusian kebutuhan dasar tidak tersalur maksimal.
“Pipa air bocor, masyarakat tetap membayar tagihan air sementara tidak menikmatinya,” ujar Asmawardi
Karena itu, DPRD Kutim mengusulkan penggunaan sumur bor sebagai solusi, namun usulan tersebut menyalahi aturan akibatnya hingga saat ini tidak terealisasikan. “Sumur bor ini sebetulnya menjadi alternatifnya, tapi kita tidak bisa membuat sumur bor ini. Kami jadi serba salah,” imbuhnya.
Dikatakannya, bahwa pihaknya tidak berniat untuk tidak merealisasikan janji adanya sumur bor untuk warga Bengalon. Tapi dikarenakan aspirasi ini tidak masuk dalam daftar program prioritas bupati sehingga rencana pengadaan sumur bor harus dihapuskan.
“Sekarang sudah menggunakan aturan SIPD yang mana kegiatan pembangunan di tahun 2023 sudah di masukan sejak 2022, dan sekarang sudah tutup. Lalu bagaimana untuk masyarakat yang baru saja menyampaikan keluhannya, tidak mungkin ini bisa direalisasikan tahun depan,” keluhnya.
Ia mengatakan, sistem SIPD menyulitkan dalam merealisasikan aspirasi masyarakat, sementara anggarannya tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Apalagi yang tidak masuk prioritas, anggarannya akan di kembalikan. Seharusnya tidak seperti ini, kita harus mendahulukan kebutuhan-kebutuhan yang menyentuh langsung masyarakat dan jangan dipersulit dengan aturan-aturan,” tegasnya.
Dari hasil reses atau penyerapan aspirasi masyarakat disini, nantinya akan dibukukan untuk ditindak lanjuti ke instansi terkait atau jika diperlukan kebijakan aturan baru yang akan diusulkan kedalam pembahasan Raperda untuk berkesesuaian. (ADV/JK)



