Harga Pangan Fluktuatif Sepekan Jelang Ramadan di Pasar Induk Sangatta

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Pada pekan ketiga Maret 2023 ini, umat muslim di seluruh belahan dunia akan menjalankan ibadah puasa. Kurang lebih sepekan menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah harga komoditas pangan merangkak naik. Diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur, Zaini, setiap pekan pihaknya melakukan pemantauan harga pada Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pasar Induk Sangatta, Muara Wahau, dan Sangkulirang. “Kalau untuk saat ini kayaknya memang ada kenaikan beberapa komoditas, ya,” ungkapnya saat dihubungi via telepon Selasa, (14/3/2023). Diakuinya bahwa Kutai Timur belum mempunyai stok karena komoditas pertanian masih bergantung dengan daerah lain. Seperti dari Pulau Sulawesi dan sejumlah daerah dari ibu kota Provinsi Jawa Timur, yakni Kota Surabaya. Kemudian pendistribusian sejumlah komoditas dari daerah lain tersebut rata-rata jumlahnya sebanyak 30-40 ton. Itu pun untuk beberapa kabupaten kota saja di Kalimantan Timur. Meski begitu para pedagang di Kutai Timur memperoleh komoditas pangan dari Kota Samarinda, dengan kata lain didapatkan bukan dari ‘tangan pertama’. “Tapi kebanyakan selama ini, kan, kita teman-teman yang di Pasar Induk ambilnya di Samarinda. Jadi mereka sudah ‘tangan kedua, tangan ketiga’, itu juga yang mempengaruhi harga sebenarnya,” kata Zaini. Selain karena hal tersebut, lanjutnya, yang menyebabkan kenaikan harga barang dagangan juga terdapat faktor lain. Diantaranya kendala logistik, cuaca yang tidak menentu hingga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Oleh sebab itu pihaknya terus memantau pergerakan harga sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Makanya setiap (hari) Senin itu kita selalu zoom meeting dengan Kementerian Perdagangan terkait inflasi harga itu. Karena sumbernya di BBM ini, kalau BBM naik semuanya (komoditas pangan) otomatis naik,” ungkapnya. Di samping kenaikan harga itu, sambungnya, Kabupaten Kutai Timur mempunyai ketersediaan pangan yang memadai seperti beras, misalnya. Senada dengan Zaini, Kepala UPT Pasar Kecamatan Sangatta Utara, Bohari, mengatakan persediaan pangan di wilayahnya terbilang “aman”. Akan tetapi berdasarkan data yang sudah dihimpun pihaknya sebanyak 18 komoditas pangan mengalami perubahan harga. Dari belasan barang itu terdapat penurunan harga pada empat jenis komoditas. “Pergerakan harga di pasar itu fluktuatif dalam hal ini memang terjadi pada saat menjelang hari raya tertentu. Teman-teman di sini yang kami dapatkan di lapangan, bukan masalah harganya tinggi stoknya yang diutamakan. Kalau stok barang ada, Insya Allah normal,” urainya. Terlepas dari itu, pihaknya sering kali mengingatkan kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang dan praktik culas lainnya. Ia mewanti-wanti hal demikian supaya tidak terjadi kelangkaan komoditas pangan tertentu. Untuk diketahui terdapat 14 komoditas di Pasar Induk Sangatta mengalami kenaikan harga diantaranya yang paling signifikan yakni minyak goreng 2 liter, daging ayam boiler, cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah dan putih, tomat, kacang panjang hingga kangkung.(ARF)



