Wisuda Murid SMK Negeri 2, Kepala Disdikbud Kutim: Terus Jalin Silaturahmi

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Diikuti seluruh wali murid angkatan VI dan VII, SMK Negeri 2 Sangatta Utara mewisuda 289 siswa-siswi nya di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi, pada Selasa (2/5).
Mewakili Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Mulyono, menyampaikan permintaan maaf karena orang nomor satu di Kutim itu tidak dapat menghadiri pelepasan taruna-taruni SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Lantaran bersamaan harus mengikuti rangkaian kegiatan kebudayaan di Kecamatan Muara Wahau.
“Selamat kepada SMK Negeri 2 Sangatta Utara yang telah sukses meluluskan siswa-siswi nya. Juga kepada Bapak dan Ibu wali murid yang telah sukses anak-anak nya selesaikan salah satu jenjang pendidikan,” ucapnya.
Di samping itu ia menuturkan, upacara perpisahan tersebut bukanlah sebuah akhir melainkan awal dari sebuah perjalanan. Menimba ilmu hingga pengalaman yang lebih banyak dari sebelumnya.
“Kita masih terus berkelanjutan, terus jalin silaturahmi dan berkomunikasi sampai nantinya kita semua terutama adik-adik sukses dalam berkarir. Dan sukses membangun bangsa dan negara kita,” tutur Kepala Disdikbud Kutai Timur.
Dihadapan para taruna-taruni, mantan Camat Rantau Pulung itu menyampaikan sekilas kisah hidupnya. Ia mengaku berasal dari keluarga transmigran. Hidup di tengah keterbatasan cukup membekas dalam ingatan Mulyono.
Meski begitu ia tak patah arang untuk menjalani keseharian pada kondisi tersebut. Dari pengalaman itu pula menjadi bekal tersendiri baginya untuk senantiasa belajar, bekerja keras dan meniti karir. Utamanya demi meraih hasil yang sepatutnya.
Pada kesempatan tersebut ia mengungkapkan sebuah tips agar bisa menggapai kesuksesan. Yaitu jangan pernah lupa apalagi berhenti berbagi dengan kedua orang tua. Menurutnya, menomorsatukan ayah dan ibu dalam segala urusan adalah yang paling penting.
“Saat saya menjadi Camat terbaik se Kaltim dua kali saya hanya minta satu, orang tua saya harus bisa dihadirkan,” ungkapnya. (Arf)



