AdvetorialDPRD Kutim

Rencana Bangun Bandara Swasta, Apansyah: Selama Masyarakat Kami Tak Dibodohi

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Rencana membangun Bandar Udara oleh perusahaan pertambangan PT Indexim ditanggapi serius Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Apansyah. Sebab fasilitas penerbangan khusus yang terletak di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang itu dinilai tidak partisipatif.

Hal itu diketahui saat rapat dengar pendapat di Ruang Hearing Kantor DPRD Kutai Timur pada Kamis (4/5). Menurutnya, terkait pembangunan bandara ini perlu diperjelas apakah dikhususkan hanya untuk aktivitas perusahaan PT Indexim saja atau masyarakat lokal bisa juga mendayagunakannya.

Selain itu apabila mengenai pembebasan lahan DPRD Kutai Timur tidak perlu terlibat pada prosesnya. Karena itu termasuk ke dalam ranah bisnis antara masyarakat dengan pihak korporasi.

“Silakan saja selama masyarakat kami tak dibodohi dalam artian ditekan, misalnya. Harga sekian-sekian harus begini, nah, kami juga tidak setuju. Tetapi kalau masyarakat sepakat dan setuju saya rasa tidak ada masalah. Masalah itu kalau masyarakat tidak setuju,” bebernya.

Lanjutnya, Anggota DPRD Kqomisi B itu mengungkapkan pembangunan bandara sebenarnya direncanakan sudah lama. Dan wacananya pertama bukan di Maloy tetapi targetnya Desa Kaliorang.

“Nah, disitu lah terjadi negosiasi antara masyarakat Kaliorang dengan pihak PT Indexim sehingga tidak ada yang bersepakat, tidak ada masalah. Tetapi kalau pihak Indexim lebih sepakat dengan harga yang di Maloy dan masyarakat di sana tidak ada protes ataupun menolak saya rasa juga tidak masalah. Yang repot ini kita yang diluar yang mempermasalahkan, bahasanya tidak kebagian,” tandasnya. (Fzl)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button