Atasi Kekurangan Guru Agama di Kukar, Bupati Usulkan Pemberdayaan Dai dan Tahfiz
JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengusulkan pada Kementerian Agama di wilayahnya untuk memberdayakan sumber daya manusia dari program 1 Desa 1 Tahfiz dan Dai Masuk Desa. Menjadi guru agama pada sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Dalam beberapa minggu ini, Bupati Kukar Edi Damansyah mengunjungi beberapa kecamatan. Ia lantas mendapat aduan, bahwa beberapa SD dan SMP kekurangan guru mata pelajaran agama.
“Pada kunjungan ke sekolah-sekolah, masih ada beberapa sekolah yang gurunya merangkap. Misalnya mengajar Bahasa Inggris dan Agama. Saya tetap apresiasi karena tidak semua guru bisa mengajar bahasa Inggris dan Agama, begitu juga sebaliknya,” ujar Edi baru-baru ini.
Meski begitu, ia merasa masalah ini harus cepat dicarikan solusinya. Agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan masalah lain di sekolah. Mengingat penyediaan guru agama masuk dalam kewenangan Kemenag Kukar. Edi pun hanya bisa memberikan beberapa saran.
Bupati Kukar itu mengatakan, di dalam RPJMD Kukar, terdapat beberapa program keagamaan. Seperti Dai Masuk Desa, 1 Desa 1 Tahfiz Quran. Yang telah berjalan di semua kecamatan.
“Kalau semuanya sepakat, kenapa tidak kita coba merekrut mereka. Untuk solusi jangka pendeknya,” lanjutnya.
Terlebih sekolah memang memiliki ruang untuk melakukan perekrutan dengan kebijakan THS. Melalui bantuan operasional sekolah (BOS), BOS Nasional, ataupun BOS Kabupaten. Yang terpenting, SDM yang direkrut dan bukan berlatarbelakang pendidikan agama. Mesti ada pelatihan terlebih dahulu agar kompeten.
“Kalau Kemenag sepakat, nanti adik-adik yang terpilih harus menjalani pendidikan dulu. Karena ngajar di satuan pendidikan kana da kurikulumnya. Beda kalau ngajar di lembaga non resmi.”
“Apapun itu, masalah ini harus ada penanganan cepat. Jangan dibiarkan lama-lama,” pungkas Edi Damansyah. (adv/vrn)



