AdvetorialDPRD Kutim

Hepnie Tanggapi Pembangunan Pabrik Metanol yang Mandek, Ini Penjelasannya

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Nyaris satu tahun berlalu aktivitas pembangunan di kawasan industri gasifikasi batu bara di Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, terbilang mandek.

Pabrik pertama coal to methanol di Asia Tenggara itu tampak menunjukkan ketidakpastiannya setelah salah satu konsorsiumnya yakni Air Products mundur. Dengan kata lain tidak melanjutkan proyek kerja sama hilirisasi batu bara di Indonesia terutama di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Di samping dua konsorsium lainnya yaitu PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Ithaca Resources masih bertahan untuk menunaikan salah satu Proyek Strategis Nasional tersebut.

Merespons hal tersebut, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur (DPRD Kutim), Hepnie Armansyah, mengatakan perusahaan dengan teknologi gasifikasi batu bara yang bakal menghasilkan dimethyl ether itu. Merupakan upaya tersendiri bagi pemerintah untuk melancarkan hilirisasi.

Kendati begitu, ia menyebut bahwa keputusan tersebut terburu-buru pada konteks tertentu. “Ini, kan, bagian dari rencana pemerintah secara umum terkait hilirisasi. Memang ada ketergesaan disitu dalam memilih,” sebut legislator dari Partai Persatuan Pembangunan itu kepada para awak media pada Senin (5/6).

Ia mencontohkan masalah serupa seperti pertambangan lithium dengan Tesla, Inc. Ketika pemerintah sudah meyakini perusahaan otomotif dan penyimpanan energi asal Amerika Serikat itu bakal berinvestasi di Indonesia. Namun belakangan ternyata rencana bisnis tersebut tidak menemukan kepastiannya.

“Cuman memang tidak sesempurna itu artinya memang ada yang nggak kompeten mungkin,” sebutnya.

Sebagai informasi investasi industri gasifikasi batu bara itu sebanyak Rp33 triliun. Di samping itu target kapasitas produksi sebesar 1,8 juta ton metanol per tahun. Proyek ini ditargetkan beroperasi komersial pada kuartal IV tahun 2024 mendatang. (Arf)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button