DKP Kukar Dorong Peningkatan Produksi Rumput Laut di 3 Wilayah Pesisir
JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Kartanegara – DPK Kukar secara konsisten terus menyalurkan bantuan bibit rumput laut. Pada kelompok budidaya perikanan (Pokdakan) di wilayah pesisir, yakni Muara Badak, Muara Jawa, dan Samboja.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Kukar melihat komoditas rumput laut cocok dikembangkan. Karena kabupaten ini memiliki garis pantai yang sangat panjang. Membentang dari Samboja, Muara Jawa, Anggana, Muara Badak, sampai Marangkayu.
Sepanjang tahun 2023 ini, DPK akan menyalurkan hingga 345 ton bibit rumput laut. Pada pokdakan di 3 wilayah pesisir, yakni Mura Badak, Muara Jawa, dan Samboja.
Kabid Pengelolaan dan Pembudidayaan Ikan DKP Kukar, Sabar Handoyo mengatakan, di Muara Badak, ada sekitar 15 pokdakan yang akan menerima manfaat.
“Rata-rata satu kelompok dapat 23 ton dalam bentuk bibit jenis Gracilaria. Ada dari Desar Muara Badak Ilir, Saliki, dan Muara Badak Ulu,” ujarnya belum lama ini.
Sementara di Kecamatan Muara Jawa, hanya ada 1 pokdakan penerima manfaat. Yang mendapat 15 ton bibit. Dan di Samboja ada 4 kelompok yang mendapatkan bantuan.
Berbeda dengan di Muara Badak, di 2 kecamatan ini, jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah jenis Cottoni.
“Dulu jenis ini diproduksi di Samboja. Lalu berkembang ke Marangkayu dan Muara Badak. Tapi karena perubahan iklim, terkena penyakit,” lanjut Sabar.
Selain perbedaan habitat, perbedaan paling mencolok dari kedua jenis rumput laut itu adalah harga jualnya.
“Untuk Gracilaria, per kilonya Rp3.500. Kalau lagi mahal sampai Rp7 ribu. Sedangkan Cottoni berkisar Rp15-20 ribu per kilonya,” ungkap Subur.
Ke depan, DPK Kukar akan memasksimalkan seluruh wilayah pesisir. Untuk budidaya rumput laut. Agar tercipta industrinya. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan membangun pabrik rumput laut. Yang akan mulai beroperasi pada 2024.
Pabrik terpadu 4 komoditas itu, dibuat dalam rangka hilirisasi produk pertanian. Jadi ke depan, tidak hanya rumput laut utuh saja yang akan dijual. Namun sudah dalam bentuk produk turunannya, dengan harga jual yang jauh lebih tinggi.
“Sebenarnya kalau potensinya kita banyak. Kita memiliki luas tambak sekitar 76 ribu hektare. Itu teman-teman tambaknya yang sudah tidak produktif bisa kita kembangkan rumput laut.”
“Karena rumput laut Ini sangat mudah, kita lempar saja sudah menghasilkan uang sudah. Kita pelihara gak pakai pakan lagi. Tambak seluas 76 ribu itu tersebar di Kecamatan Anggana, Muara Jawa, Badak, Marang Kayu, Samboja. Khusus daerah pesisir,” pungkasnya. (adv/vrn)



