KutimLingkungan

Budidaya Jamur di KEP LBMS, Upaya Yasiwa dan Forum DAS Jaga Ekosistem

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Yayasan Konservasi Khatulistiwa Indonesia (Yasiwa) bersama dengan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kutai Timur dan Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, telah menjalin kerja sama. Ketiga lembaga tersebut bekerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan fasilitasi dan sosialisasi budidaya jamur putih di Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Masangat Suwi (KEP LBMS).

Pada kesempatan tersebut, Monika Kusneti, Pimpinan Yayasan Konservasi Khatulistiwa Indonesia, mengungkapkan bahwa perlindungan ekosistem penting seperti KEP LBMS tidak hanya berkaitan dengan upaya konservasi alam. Tetapi juga melibatkan pemberdayaan dan peningkatan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Sebab wilayah KEP LBMS mencakup tiga kecamatan, yaitu Muara Ancalong, Long Masangat dan Muara Bengkal.

“Ini akan menjadi prinsip dalam pengelolaan KEP LBMS di wilayah Kutai Timur,” ujarnya belum lama ini.

Di samping itu, Sekretaris Forum DAS Kutim, Muli Edwin, menekankan pentingnya peran berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan perlindungan ekosistem dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar KEP LBMS. Kegiatan pelatihan budidaya jamur tiram putih, sambungnya, merupakan wujud nyata dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Upaya bersama dalam melindungi ekosistem penting ini telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sembari mendukung upaya pelestarian lingkungan yang tak ternilai,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Arief Nur Wahyuni, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bagian SDA Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Kutim, Konsorsium Yasiwa-Yayasan Ulin dan SMKN 01 Muara Bengkal.

Ia juga menyebutkan peserta pelatihan saat itu melibatkan guru-guru dari SMAN dan SMKN serta perwakilan anggota PKK dari tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Timur, dengan jumlah peserta sekitar 60 orang. Akademikus STIPER, Aliri, menjadi pembimbing dalam kegiatan tersebut.

Katanya, Kepala Sekolah SMKN 01 Muara Bengkal juga memberikan dukungan terhadap kegiatan itu. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, namun juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung mulai dari pembuatan hingga penanaman bibit jamur tiram putih ke dalam baglog.

“Pada akhir kegiatan, setiap peserta dengan senang hati membawa pulang baglog hasil karya mereka sendiri,” tutupnya. (Jk)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button