Pemilu Sebentar Lagi, Ini yang Sudah dan Akan Dilakukan Demokrat Kutai Timur

JEJAKKHATULISTIWA, Kutai Timur – Kurang lebih empat bulan lagi pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 dilaksanakan secara serentak. Seluruh peserta Pemilu dalam hal ini para partai politik sedang memantapkan langkah menghadapi pesta demokrasi tersebut. Salah satu nya yakni Partai Demokrat Kutai Timur yang telah mempersiapkan serangkaian strategi untuk memenangkan Pemilu mendatang.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kutai Timur, Ordiansyah, bahwa selain sudah merampungkan struktur kepengurusan hingga tingkat ranting. Partai nya juga telah menyusun daftar caleg tetap hingga memenuhi kuota yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum termasuk untuk jumlah caleg perempuan sebanyak 30 persen.
Persiapan lainnya, partai berlambang bintang mercy itu juga sudah membentuk badan koordinasi saksi buat mempersiapkan para saksi mengikuti sejumlah tahapan. Saat ini Partai Demokrat sedang mempersiapkan pelatihan kepada calon pelatih saksi melalui dewan pimpinan pusat dan dewan pimpinan daerah di provinsi. Para pelatih saksi itu, sambungnya, akan melatih saksi-saksi di tingkat kecamatan dan targetnya yakni menjadikan seluruh saksi terlatih hingga bulan Desember.
“Nah ini jadi persiapan kita sudah sampai situ, dengan persiapan ini kita yakin target kita untuk kontestasi 2024,” katanya baru-baru ini saat ditemui di kediamannya.
Dijelaskannya di dalam partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu terdapat badan pemenangan pemilu yang mempunyai peran penting dan untuk menghadapi Pemilu, dibentuk badan temporer untuk koordinasi saksi yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua DPC Demokrat. Badan tersebut betugas mencari, melatih dan menunjuk para saksi untuk mengikuti sejumlah tahapan mulai dari persiapan daftar pemilih sementara hingga saat penghitungan suara.
Diungkapkannya, DPC Demokrat Kutai Timur akan mengirim lima orang pada Sabtu (14/10) mendatang untuk mengikuti pelatihan di Kota Samarinda. Pelatih saksi yang dilatih akan membimbing dan melatih para pelatih saksi di tingkat kecamatan. Dari situ pihaknya menargetkan memiliki dua saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) artinya lebih dari dua ribu saksi akan ditempatkan di 1100 lebih TPS yang tersebar 18 kecamatan.
“Jadi ini (pelatihan) sudah berjenjang, terstruktur dan waktunya pun sudah terjadwal. Jadi kita tidak sekaligus mendatangkan seluruh saksi … untuk efisiensi dan kemudahan pelaksanaan,” ungkapnya
Iaa menilai bahwa Pemilu 2024 mendatang terbilang menarik karena adanya pengaruh teknologi informasi dan media sosial yang masif. Menurutnya pesta demokrasi tahun depan adalah Pemilu yang benar-benar dipengaruhi oleh kedua hal tersehut. Oleh karena itu, ia sangat menekankan bahwa calon saksi nya harus mampu mendayagunakan teknologi informasi masa kini.
“Kami juga membekali saksi bagaimana penggunaan teknologi informasi itu bisa dilakukan untuk mengamankan penghitungan suara. Mulai dari TPS tingkat kecamatan sampai nanti pada penghitungan akhir di KPU,” terangnya.
Pihaknya juga belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya mengenai potensi kecurangan. Dari situ partai nya memberikan pemahaman kepada calon saksi ihwal praktik culas yang bakal terjadi. Hal itu bertujuan agar masyarakat tidak menjadi korban dari tindakan curang tersebut.
Partai Demokrat, lanjutnya, juga memberikan pelatihan tersendiri tentang langkah-langkah membuat aduan mengenai dugaan kecurangan yang dilakukan selama pelaksanaan Pemilu. Ia pun menegaskan bahwa hal itu sangat penting dilakukan untuk masa depan demokrasi di Kutai Timur. Mengingat praktik curang pada momen tersebut sering kali terjadi.
“Kita akan mengaktifkan nanti badan hukum dan pengkajian pelanggaran sehingga ketika laporan dari teman-teman saksi di tingkat lapangan itu kita analisis, proses segera di tingkat badan koordinasi saksi,” katanya.
Ia pun berharap agar seluruh pihak belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya terutama tentang besarnya jumlah suara tidak sah. Saking besarnya, terdapat satu daerah pemilihan di Kutai Timur yang suara tidak sahnya setara dengan dua kursi legislator terpilih. Hal itu dianggapnya sebagai sebuah tragedi dalam dunia demokrasi.
Karena sepengamatannya, banyak masyarakat justru berharap ‘suara’ nya diwakili oleh calon anggota legislatif, namun hak nya untuk memilih menjadi tidak berarti lantaran persoalan tadi. Hal itu menurutnya bisa terjadi akibat ketidaktahuan, kesalahan atau bahkan kecurangan.
Untuk mencegah masalah itu terulang, ia berpesan kepada seluruh lapisan yang terlibat pada Pemilu mendatang mulai dari KPU, Bawaslu hingga partai politik untuk tidak lengah. Terutama untuk memastikan bahwa setiap suara pemilih diperhitungkan dengan baik. Di samping itu, proses pembagian surat panggilan pencoblosan juga sepatutnya diawasi dengan ketat, termasuk kehadiran saksi dalam proses tersebut.
Partai Demokrat, katanya, akan mengawal setiap tahapan tersebut dan memastikan surat suara sampai kepada pemilih. Jika ada ketidaksesuaian, ia akan menempuh berbagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Karena dengan pengawalan yang ketat dan pengetahuan yang memadai dimiliki oleh saksi-saksi maka dapat meningkatkan taraf demokrasi yang lebih baik pula.
“Kami memastikan bahwa saksi kami akan mendampingi para penjabat-penjabat yang mempunyai otoritas untuk membagikan surat panggilan pencoblosan,” tandasnya. (Arf)



