ADVDiskominfo

Camat Muara Wahau Menyoroti Akurasi Data KRS

JEJAKKATULISTIWA.CO.ID – Akurasi pendataan keluarga berisiko stunting (KRS) menjadi perhatian Camat Muara Wahau Marlianto. Ia meminta seluruh kader di wilayahnya memastikan setiap keluarga yang masuk dalam daftar KRS benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Marlianto menilai ketepatan data menjadi bagian penting dalam menentukan intervensi pemerintah. Jangan sampai keluarga yang sudah mengalami perubahan kondisi masih tercatat sebagai keluarga berisiko, sementara keluarga yang membutuhkan pendampingan justru terlewat dari pendataan.

“Para kader harus bisa mendeteksi dengan benar. Jangan dibuat-buat titik KRS, sehingga kalau memang sudah tidak berisiko, bisa kita hilangkan dari data,” tegas Marlianto.

Sorotan tersebut disampaikan saat layanan jemput bola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur di BPU Kantor Camat Muara Wahau. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari verifikasi dan validasi data KRS di tingkat desa dan kecamatan.

Menurut Marlianto, kondisi keluarga dapat berubah sehingga pendataan tidak boleh berhenti pada satu kali pencatatan. Pemerintah desa bersama kader, Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga perlu melakukan pemantauan secara berkala agar data yang tersimpan benar-benar menggambarkan keadaan keluarga saat ini.

Ia juga menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada penanganan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Edukasi mengenai pola asuh, pola hidup sehat dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak perlu diperkuat sejak keluarga masuk dalam kategori berisiko.

“Harapan kami masyarakat Muara Wahau bisa menerapkan pola hidup sehat, sehingga anak-anak kita sehat, cerdas, dan menjadi generasi menuju Muara Wahau Emas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPPKB Kutim turut menyalurkan bantuan dari Baznas Kutim kepada 10 keluarga berisiko stunting berupa susu dan makanan tambahan (PMT). Bantuan diserahkan secara simbolis kepada tiga penerima, sementara penerima lainnya disalurkan melalui petugas lapangan.

Selain pendataan dan bantuan, kegiatan juga membahas penanganan KRS serta perkembangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting (Genting). Langkah tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah kecamatan, desa, kader dan keluarga dalam menekan risiko stunting di Muara Wahau. (Adv/Kominfo)

Redaksi

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button