KesehatanKutai TimurLingkungan

Resmi Terbentuk, Relawan Eco Enzyme Kutai Timur Komitmen Kelola Sampah Organik

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Sering kali limbah dapur organik seperti ampas buah, sayuran, air dan gula tak terkelola dan bahkan cenderung terabaikan penanganannya. Atas dasar itu pula Relawan Eco Enzyme Kutai Timur mendeklarasikan gerakannya di Bukit Pandang, Bukit Pelangi, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, Minggu (2/7), sore. Sebagai tanda keberadaan dan komitmen mengolah enzim dari sampah organik.

Ditemui di lokasi deklarasi, Ketua Gerakan Relawan Eco Enzyme, Reni Puspita Mandasari, mengatakan gerakan itu terbentuk atas dasar kepedulian pihaknya terhadap volume sampah yang relatif banyak di Kecamatan Sangatta Utara.

“Berdasarkan penelitian 70 persen sampah berasal dari sampah rumah tangga. Dari buah-buahan dan sayur-sayuran,” urainya.

Ia menargetkan beberapa hal untuk melancarkan gerakan relawan tersebut. Pertama menyuarakan pemanfaatan eco enzym yang menyasar rumah tangga di sekitar Sangatta terlebih dahulu. Hingga menyebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur kedepannya.

Kemudian kedua, sambungnya, para relawan bakal mengumpulkan sampah-sampah makanan maupun buah-buahan. Baik dari toko buah hingga perusahaan-perusahaan yang berada di Kabupaten Kutai Timur.

“Bisa di jual ke pasaran itu target kita agar dapat bernilai ekonomi. Jadi, selain baik untuk lingkungan juga bermanfaat bagi rumah tangga itu sendiri,”

Diungkapkannya, cara memproduksi eco enzym cukup mudah. Bahan yang dibutuhkan pun terjangkau seperti tiga bagian sampah organik, satu bagian gula merah ditambah 10 bagian air kemudian tiga liter sampah buah dan sayur. Selanjutnya seliter gula aren atau kelapa serta 10 liter air.

“Itu didiamkan selama tiga bulan di dalam wadah plastik. Setelah tiga bulan langsung jadi. Penggunaannya itu bisa untuk sehari-hari seperti membersihkan kompor, untuk ngepel, aroma terapi dan membersihkan toilet,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, selain berfungsi sebagai produk pembersih rumah tangga seperti shampoo, pencuci piring, deterjen. Pemanfaatan eco enzym juga bisa diterapkan untuk sektor pertanian dan perikanan yakni dapat memudahkan pertumbuhan tanaman maupun ikan. Dalam ini menjadi pupuk.

Ia menegaskan bahwa pembersih enzim tersebut 100 persen bebas dari bahan kimia. Apalagi bahannya mudah terurai dan lembut di tangan dan lingkungan. 

“Untuk pembersih pada kulit itu seperti luka bakar jadi banyak sekali manfaatnya yang bisa kita hasilkan dari eco enzyme,” urainya kepada media ini.

Karena eco enzyme multiguna dan aksesnya terjangkau oleh banyak kalangan, pihaknya bakal mensosialisasikan hal tersebut. Ke sekolah berbagai jenjang, perguruan tinggi hingga ke perusahaan yang ada di Kabupaten Kutai Timur.

Di samping itu, berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional komposisi sampah berdasarkan jenisnya pada tahun 2022 di Kabupaten Kutai Timur. Menunjukkan sebanyak 42 persen sampah berasal dari sisa makanan. Merespons hal itu, pihaknya tentu bakal merumuskan pemanfaatannya agar bernilai tambah dan demi keberlanjutan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Dewi Utami (33) salah seorang ibu rumah tangga yang turut terlibat di Gerakan Relawan Eco Enzyme Kutai Timur, mengungkapkan manfaat penggunaan enzim. Berdasarkan pengalamannya, guru les privat itu mengaku mengetahui soal eco enzym sudah sejak bulan Desember 2022 yang lalu.

Ia menjelaskan bahwa ketika itu mertua nya sedang berkebun dan ia melihat kulit buah, sayur dan daun kering dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman. Meski sudah mengenal kegunaan eco enzym lebih dulu namun diakuinya melalui Gerakan Relawan Eco Enzyme Kutai Timur, ia jadi tahu lebih banyak manfaat enzim tersebut.

“Sebelumnya tahu hanya sebagai pupuk, pestisida juga. Jadi saya rasakan manfaatnya untuk sayuran itu lebih segar kalau kita semprotin tiga sampai empat bulan,”

Diungkapkannya, Eco enzym telah dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti membersihkan toilet dan pencuci piring. Selama menggunakannya pun ia mengaku belum pernah menimbulkan masalah bagi lingkungan maupun rumah tangga nya.

Sebagai informasi, gerakan tersebut telah menyiapkan sebanyak dua drum eco enzym gratis yang bakal disebarkan ke berbagai gang di Kecamatan Sangatta Utara. Pembagian enzim itu bertepatan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional di mana sasarannya yakni drainase kawasan permukiman yang menimbulkan aroma tak sedap, akan ditabur eco enzyme. Selanjutnya gerakan tersebut merupakan yang pertama di Kabupaten Kutai Timur dan berada di bawah koordinasi Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional. (Arf)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button