Meskipun Kasus DBD di Kaltim Meningkat, Tapi di Kutim ada Penurunan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun adanya laporan peningkatan, tetapi untuk wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga saat ini mengalami penurunan.
“Kutim sempat juga meningkat pada September lalu namun tidak banyak, tapi pada Oktober ada penurunan sedikit, dan untuk jumlah kematian hingga sekarang belum ada penambahan dan semoga tidak ada lagi,” ujar Bahrani Hasanal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim.
Penurunan kasus DBD di Kabupaten Kutim tak lepas dari peran para petugas kesehatan dan masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak pada musim peralihan seperti sekarang.
Menurut dia, penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang mudah menular. Karena itu pola pencegahannya juga harus segera lakukan. Sejauh ini Dinkes Kutim sudah memberikan edukasi kepada masyarakat apabila ada gejala demam tinggi yang terus-menerus selama 3-4 hari segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Masyarakat juga diberikan penyuluhan terhadap pemberantasan sarang nyamuk dan juga wajib melakukan 3M plus,” pungkasnya.
Pihaknya pun juga sudah membagikan abate, tidak menggantung pakaian, membuang sampah dengan benar agar tidak ada wadah yang dapat menjadi tampungan air untuk tempat nyamuk berkembang biak.
Bahrani menuturkan, virus demam berdarah tidak dapat menyebar langsung dari orang ke orang. Ada tiga cara penularan demam berdarah menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yaitu melalui gigitan nyamuk, transmisi ibu, dan mode transmisi lainnya.
Jika melalui gigitan sudah jelas virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes (Ae. aegypti atau Ae albopictus) yang terinfeksi. Kemudian melalui transmisi ibu, eorang wanita hamil yang sudah terinfeksi dengue dapat menularkan virus ke janinnya selama kehamilan atau sekitar waktu kelahiran bahkan seorang ibu memiliki infeksi DENV saat dia hamil, bayi mungkin menderita kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan gawat janin.
Lalu, transmisi lainnya, dikatakan Bahrani Selain itu, pada kasus langka penularan DBD juga dapat melalui beberapa cara, yaitu melalui darah yang terinfeksi, laboratorium, atau paparan pengaturan perawatan kesehatan. “Namun kasus penularan seperti ini sangat jarang demam berdarah dapat menyebar melalui transplantasi organ, atau melalui luka tusukan jarum,” tandasnya. (ADV/Jk)



