Legislator PKS Minta Warga Siaga, Antisipasi Karhutla dan Dampak El Nino

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Badan meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2023 di Indonesia menunjukkan sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami awal musim kemarau. Pada kisaran bulan April hingga Juni dan Puncaknya terjadi pada Juli dan Agustus 2023.
Atas dasar itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Jimmy meminta untuk bersiaga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak dari El Nino
“Memang sudah beberapa simposium dengan dinas terkait dan kami juga sudah sampaikan bahwa ini harus diantisipasi,” ujarnya saat diwawancarai awak media pada, Senin (5/6).
Menurutnya, belajar dari pengalaman pada tahun 80-an terjadi kemarau panjang yang menyebabkan air asin dari laut itu masuk ke wilayah sungai Sangatta, akibatnya para warga mengalami kelangkaan air.
“Jadi waktu itu orang mengambil air tawar itu sampai daerah kabo sana, karena semua sumur-sumur itu kering, kemudian air sungai yang notabenenya penyediaan air tawar dari sungai rupanya air asing masuk kedalam sungai, sampai kesana,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya mengatakan, yang menjadi perhatian juga adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus memiliki cadangan air. Seperti penampungan air dari daerah PIT J seharusnya sudah dikoneksikan dengan PDAM secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan.
“Nah, itu, mudah-mudahan bisa mengantisipasi kelangkaan air bersih, air tawar khususnya nanti,” tutup legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. (Fzl)



