Mendekati Pemilu Serentak, Kesbangpol Kutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Kartanegara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kutai Timur (Kesbangpol Kutim) menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik kepada sejumlah organisasi masyarakat. Kegiatan itu bertujuan menyukseskan pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 yang akan datang.
Terpusat di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, pada Kamis (25/5), kegiatan bertajuk “Peran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Sukses Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024.” Resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono.
Poniso, sapaan karibnya, mengatakan masyakarat merupakan unsur utama yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pemerintahan pada sistem demokrasi.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam Pemilu serta penyusunan kebijakan adalah sebagai bentuk wujud partisipasi politik yang dapat dijadikan salah satu parameter penilaian tingkat demokrasi di sebuah daerah.
“Semakin tinggi partisipasi politik dalam masyarakat dapat menunjukkan kondisi demokrasi yang berkualitas jika partisipasi politik masyarakat rendah. Hal itu dapat menunjukkan apatisme dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan,” ucap Poniso.
Ia juga mengungkapkan bahwa disitulah peran penting organisasi kemasyarakatan karena dapat membantu dengan menginformasikan terutama dalam hal meluruskan berita tidak benar yang beredar di publik.
“Ormas memiliki kedekatan dengan masyarakat, terutama kepada mereka yang belum tersentuh oleh pemerintah,” ungkapnya.
Dirinya juga menuturkan, ormas biasanya dibentuk berdasarkan kesamaan karakteristik seperti suku, agama, sehingga ikatan dengan para anggotanya mesti menjadi erat dan sangat kuat.
“Persepsi masyarakat terhadap ormas biasanya didasarkan pada kegiatan perilaku atau bahkan arah pandangan politik, ormas juga dapat menjadi pilihan masyarakat untuk masuk politik tanpa terlibat dalam politik praktis,” tuturnya.
Lebih jauh disampaikanya peran ormas sangat penting dalam hal mengembangkan pola pikir yang inklusif kepada masyarakat. Tentunya dengan menjunjung tinggi keberagaman, toleransi, tenggang rasa dan memahami bahwa tidak ada yang minoritas dan mayoritas.
“Karena itu diharapkan permasalahan yang timbul dalam masyarakat dapat terdeteksi secara dini dan dapat segera diatasi,” tandasnya.
Terakhir ia menyebutkan, partisipasi masyarakat secara swakarsa dalam rangka pemberdayaan dan penguatan peran tentu dapat memperkuat terwujudnya lingkungan yang kondusif jelang Pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 nantinya. (Fzl)



