Kutai TimurPolitikTerkini

Partai Buruh Kutim Siap Hadapi Pileg 2024, Semuel Sagai : Target Empat Kursi

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Partai Buruh (Indonesia) Executive Commite (Exco) Kabupaten Kutim siap hadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Meskipun terbilang baru masuk di Kutim namun partai ini siap memenangkan empat kursi di tiap Daerah Pemilihan (Dapil).
Partai Buruh adalah sebuah partai politik (Parpol) di Indonesia yang didirikan pertama kali pada tanggal 28 Agustus 1998. Partai politik ini pernah menjadi peserta Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009.

“Target kita empat kursi. Kita masih menunggu keputusan KPU apakah nanti ada lima dapil atau empat dapil. Tapi Target kita yaitu empat kursi di parlemen,” ujar Ketua Exco Semuel Sagai saat ditemui di Kantor Executive Commite Partai Buruh, Jalan Munthe, Sangatta Utara.

Namun, kata Semuel Sagai target Partai Buruh dalam Pemilu 2024 secara garis besar ialah lolos Parlementary Threshold sebesar 4 persen, mendapatkan 20-30 kursi di DPR-RI, memenangkan orang buruh menjadi Gubernur, Bupati/Walikota, Wabup/Walkot, dan mendapatkan 5-10 persen dari total kursi di masing-masing DPRD kabupaten/kota.

Menurutnya, optimis itu harus sebab Partai Buruh siap memperjuangkan suara pekerja yang meliputi buruh kantor, pabrik, pekerja perempuan, petani, nelayan, tenaga honorer, buruh migran (TKW), pedagang, pelaku UMKM, pencari kerja, kelompok masyarakat miskin, pekerja rumah tangga, supir, mahasiswa/pelajar, seniman, kaum cerdik, dan pensiunan. We Are The Working Class (Kami Adalah Klas Pekerja) yang berdiri berdasarkan Pancasila. Dilahirkan untuk mewujudkan Walfare State atau Negara Sejahtera.

“Ada tiga prinsip utamanya, kesetaraan kesempatan, distribusi kekayaan secara adil merata, dan tanggung jawab publik,” imbuhnya.

Dibeberkannya, tanggung jawab publik itu seperti asuransi pengangguran dan cacat terutama cacat akibat kecelakaan kerja serta tidak produktif lagi (pengangguran).

“Jadi ketika rakyat (buruh) masih sehat dan produktif, ia membayar pajak pada Negara. nah ketika rakyat atau buruh sudah tidak produktif Negara harus hadir dan bertanggung jawab dengan cara asuransi pengangguran dan Negara harus menyediakan makanan untuk fakir miskin juga anak terlantar. Sesuai dengan konstitusi atau UUD pasal 34 ayat 1,” bebernya.

Untuk strategi menghadapi Pileg 2024, Executive Commite Partai Buruh Kutim menggunakan cara Propaganda, Konsolidasi, dan Salam Satu Pintu (Sasatu). Semuel Sagai meyakini dengan hadirnya Partai Buruh di Kutim akan membawa kesejahteraan dan kesetaraan terhadap para pekerja.

“Jadi kita mengembangkan Partai ini di 18 kecamatan, sampai saat ini sudah 16 kecamatan, yang belum di Teluk Pandan dan Busang. Setelah mengembangkan kita mulai menyatukan, memperkuat strategi hingga ke akarnya, lalu kita akan door to door mengenalkan visi misi kita, ini nanti ada timnya tersendiri di tiap desa,” jelasnya.

Sementara itu, untuk isu yang berkembang didalam lingkup Partai Buruh ialah isu perjuangan buruh (jangka pendek). Utamanya ialah menolak Omnibus Law Undang-Undang karena merugikan klas pekerja dan rakyat. Lawan oligarki dan politik uang dengan mengusulkan RUU Anti Politik Uang, menolak omnibus law Undang-Undang cipta kerja . Sahkan Undang-Undang pro rakyat, dan Advokasi perjuangan isu sektoral. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button