Pelabuhan Kudungga di Kenyamukan sebagai Tanda Akselarasi Pembangunan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Kunjungan Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur ke DPR RI Komisi V pada Jumat (28/10), yang lalu, untuk memastikan APBN buat percepatan pembangunan Pelabuhan Kudungga di wilayah Kenyamukan, Sangatta.
Ditanya mengenai tujuan para legislator mendorong pembangunan pelabuhan, Anggota DPRD Kutai Timur, Jimmi, menilai Kutai Timur perlu memiliki akses untuk meningkatkan pertumbuhan dari berbagai hal. Ia mencontohkan seperti Kabupaten Berau, yang telah mempunyai moda transportasi laut dalam melayani mobilitas barang, dan masyarakat.
Pembangunan pelabuhan itu menggunakan tiga sumber pembiayaan diantaranya APBN, APBD dan pihak swasta yakni PT Kaltim Prima Coal.
“Kita buka daerah kita jadi terbuka bukan lagi daerah terisolir, karena banyak yang dibicarakan di DPR RI termasuk bandara,” ungkapnya pada Senin, (7/11), siang, di Kantor DPRD Kutai Timur.
Menurutnya, keteraksesan sebuah daerah sebagai tanda bahwa bukan lagi suatu wilayah menjadi terpencil. Seperti dengan adanya terminal, misalnya. Selain itu, sebelum pelabuhan beroperasi terdapat perbedaan harga bahan pokok, dan bangunan.
“Indeks kemahalan harga konstruksi, kan, mungkin kita (selisihnya) di atas 17 persen dengan provinsi,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikannya, berdasarkan informasi yang ia peroleh jika pembangunan PT KPC di Pelabuhan Kudungga dapat segera direalisasikan maka perusahaan yang bergerak di bidang logistik seperti PT Pelabuhan Indonesia sudah bisa mendaratkan kapalnya.
Pihaknya berharap dengan adanya pelabuhan nanti bisa menghubungkan Kutai Timur, dengan pulau Sulawesi. Agar dapat akselarasi pembangunan daerah.
“Kemudian kita harapkan juga kalau bisa terdekat wilayah kita dengan Palu, kan. Kalau akses kita dengan (kapal) feri itu bisa sampai delapan jam menyeberang ke Palu. Kita inginnya itu, ada hubungan ekonomi antara daerah kita (dengan yang lain),” tandasnya.
Audiensi bersama Anggota Komisi V DPR RI, Irwan, saat itu dihadiri Ketua Komisi C H Adi Sutianto beserta sejumlah anggota diantaranya, Jimmi, Yusuf T Silambi, Masdari Kidang dan Abdi Firdaus. Kemudian juga perwakilan dari Dinas Perhubungan Kutai Timur.
Perlu diketahui anggaran pembangunan Pelabuhan Kudungga sebanyak Rp170 miliar, terdiri dari PT KPC Rp30 miliar untuk membangun jembatan sisi darat, dan causeway. Kemudian APBD Kutai Timur Rp70 miliar, dan APBN Rp70 miliar. Ditargegkan pembangunannya akan selesai pada bulan Oktober tahun 2023 mendatang. (ADV/ARF)



