Reses di Desa Singa Gembara, Basti Sangga Langi Terima Usulan Ini

JEJAKKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Anggota DPRD Kutim Basti Sangga Langi melaksanakan reses tahap l tahun sidang 2022-2023 di Desa Singa Gembara, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara. Pada kegiatan itu warga Kampung Tator ini mengusulkan perbaikan drainase dan semenisasi jalan.
Dari usulan yang ia terima, Basti mengakui sudah ada usulan yang akan segera terealisasi namun ada beberapa pula yang akan dikerjakan pada 2023 mendatang. Bahkan diakuinya untuk pengerjaan tahun jamak ini sudah berkoordinasi dengan kontraktornya, dan dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan.
“Insya Allah dalam waktu dekat ada semenisasi jalan di lingkungan RT 26, Jalan Pasundan Poros dengan pengerjaan dilaksanakan pada November ini, termasuk pembangunan tempat wudhu dan toilet di salah satu masjid di RT 24,” akunya.
Apalagi kata, Politikus dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyebutkan tujuan dilaksanakan kegiatan reses ini untuk menyambung tali silaturahmi serta membangun komunikasi antar masyarakat serta menyerap aspirasi dan menerima masukan dari masyarakat yang menjadikan dasar pengambil kebijakan atau keputusan yang menjadi bahan referensi anggota dewan di legislatif.
Sementara itu, terkait perbaikan saluran drainase Basti Sangga Langi menjelaskan akan dikerjakan di tahun 2023 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Pengejaran tersebut tidak hanya terfokus pada RT 24 dan 26. Namun menyasar seluruh wilayah Sangatta dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 35 miliar.
“Sebetulnya, dari anggaran itu, pengerjaannya dilakukan tahun ini, namun karena adanya regulasi dari Kemendagri maka ditunda,” jelasnya.
Menurutnya, dari hasil pantauan timnya. Rata-rata saluran drainase di Kota Sangatta mengalami penyumbatan akibat tumbuhan liar dan lumpur yang telah lama menumpuk. Perlunya perawatan drainase akan menjadi solusi agar air pada saat hujan tidak naik kepermukaan jalan.
“Parit di Jalan AWS Syahrani atau Pendidikan misalnya, paritnya penuh sesak dengan rumput, lumpur pun menumpuk, lalu bagaimana air hujan mau lancar mengalir. Maka dari itu perlu perawatan, sebab jika hanya diperbaiki tapi tidak dirawat sama saja bohong,” tandasnya. (ADV/Jk)



