Soal Koperasi Kombeng Lestari, Hepnie Anggap Murni Konflik Internal

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Kedua kalinya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai plasma sawit anggota Koperasi Kombeng Lestari, Desa Nehes Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, kembali dilaksanakan. Namun hingga hari ini tak kunjung terselesaikan sesudah dilaksanakan rapat beberapa kali.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Hepnie Armansyah yang memimpin jalannya RDPU mengatakan, bahwa persoalan itu berawal dari konflik internal. Antara pengurus Koperasi Kombeng Lestari yang lama dengan pengurus yang baru.
Pasalnya, setelah mendengarkan penjelasan dari beberapa pihak terkait, ternyata pokok permasalahanya lahan sebanyak 773 hektar sebagian ada yang terjual oleh oknum pengurus koperasi lama. Namun, setelah dikonfirmasi ke pihak pengurus koperasi yang baru mengatakan tidak ada
“Makanya saya tadi tanya mekanisme pergantian itu sudah benar apa belum, klaimnya katanya rapat anggota luar biasa dan dihadiri dua pertiga, itu sebenarnya murni konflik internal,” katanya di Ruang Hearing Kantor DPRD Bukit Pelangi Sangatta, saat diwawancarai awak media pada, Jum’at (9/6).
Lebih lanjut, Hepnie mengungkapkan bahwa benar mereka pernah mendapatkan haknya selama beberapa tahun. Tetapi, dengan pengurus koperasi yang baru tetap membayarkan calon petani plasma (CPP) kepada anggotanya dengan mengacu data yang ada yakni 773 hektare tidak lebih.
“Jadi ini masalah internal, dinas koperasi juga sudah melakukan pengawasan tetapi tidak bisa terlalu mencampuri lebih dalam karena ada hal-hal khusus yang memang mereka tidak bisa terlibat,” ungkapnya.
Menurutnya, persoalan ini sebenarnya tidak rumit artinya relatif mudah ditangani karena dokumen terkait masih terdapat keabsahannya. Indikasinya menurut mereka ada penambahan lahan yang tidak diketahui dari 773 sampai dengan 1400 hekare.
“Tidak boleh nambah menurut mereka begitu tetapi siapa yang bisa memastikan kalau itu hak dia, yang jelas CPP terbit 773. Ya, kita mengacu kesitu makanya saya tadi tanya di luar itu siapa yang punya karena semua bisa klaim. Koperasi ini cuman punya 773 ternyata aktualnya ada 1400. Ya, 1400 ngga tahu punya siapa,” tandasnya. (Fzl)



