AdvetorialKutai TimurParlementerTerkini

Hefni Armansyah Soroti Kinerja PDAM TTB

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Hefni Armansyah Ketua Komisi B DPRD Kutim pun turut menyoroti kinerja salah satu unit usaha milik daerah, yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum, PDAM Tirta Tuah Benua (TTB). Dikabarkan PDAM TTB mengalami kerugian akibat los distribusi air bersih sebesar 20 persen.

Perusahaan daerah (Perumda) yang mengelola kebutuhan air bersih kehilangan pendapatan hampir sekitar Rp 24 miliar.

“Losnya distribusi 20 persen. Kalau kita samakan produksinya seperti tahun lalu yakni 13 juta meter kubik maka yang hilang itu sekitar 2,7 juta meter kubik di kalikan dengan Rp 8000, maka pendapatan sebesar Rp 24 miliar hilang,” ujarnya.

Komisi B pun menuntut agar PDAM TTB Kutim untuk bekerja secara efesien, yakni menurunkan hingga setengah dari los distribusi tersebut. “Kami tuntut efesiensi lagi. Jadi kalau bisa turunkan sampai 10 persen, sehingga pendapatan yang keluar juga tidak besar,” pungkasnya.

Tidak hanya soal los distribusi air bersih, mitra PDAM TTB Kutim ini juga menyoroti laporan hasil laba-rugi yang audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hasil audit tersebut di ketahui PDAM TTB Kutim mengalami kerugian Rp 2,8 miliar dari pendistribusian air bersih.

Hal ini sangat di sayangkan oleh Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menurutnya, dalam distribusi air bersih kepada masyarakat tidak ada istilah rugi. Sebab berkaca dari tahun sebelumnya, PDAM TTB Kutim mengalami keuntungan hingga Rp 4,5 miliar.

Hepni menegaskan, ini bukan rugi, tapi penurunan kinerja. Misi PDAM TTB memang melayani masyarakat, tapi bukan berarti tidak bisa untung artinya kalau lebih efisien dalam bekerja maka memungkinkan bisa untung. (ADV/JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button