AdvetorialDPRD Kutim

SiLPA 2022 Setara APBD Mahulu, Fraksi PDIP Kutim Akan Telaah Musababnya

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Fraksi PDI Perjuangan yang diwakili Faizal Rachman, mengutarakan pandangan fraksi pada Rapat Paripurna ke-11. Usai menelaah nota penjelasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022.

Faizal mengungkapkan sisa anggaran tahun lalu mesti dilakukan evaluasi. Sebab SiLPA APBD 2022 sebesar 1,5 triliun atau besarannya melebihi total pendapatan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tahun 2023. Anggota DPRD dari partai berlogo banteng itu menganggap hal tersebut tidak efisien dan bisa menyebabkan ketidakseimbangan.

“Terdapat SiLPA yang cukup besar hal ini menandakan adanya ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. Fraksi PDI Perjuangan berpendapat bahwa keberadaan SiLPA yang signifikan menunjukkan ketidakefisienan dalam perencanaan dan penggunaan anggaran daerah,” katanya pada Kamis (15/6).

Faizal menyebut bahwa pihaknya bakal mendalami kembali persoalan tersebut. Sehingga dapat menemukan langkah terbaik untuk perbaikan dan kemajuan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Tidak hanya persoalan SiLPA dalam pandangan umum yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan, juga akan mempelajari kembali persoalan serapan belanja daerah yang tidak maksimal dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan akan mempelajari dan membahas seccara mendalam untuk mengidentifikasi penyebab besarnya SiLPA. Dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan,” ujarnya.

Ia pun berharap supaya pemerintah daerah bersama dengan lembaga legislatif, dapat berkordinasi dengan baik. Agar tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai dengan lebih optimal.

“Fraksi PDI Perjuangan siap berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan memberikan masukan konstruktif demi kebaikan Kutai Timur,” tutupnya. (Arf)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button