AdvetorialKukar

Distanak Kukar Garansi Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Kartanegara – Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara (Distanak Kukar) memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha tahun ini aman. Sebanyak 60-75 persen akan disediakan peternak lokal. Sisanya kiriman dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Normalnya, pada setiap Hari Raya Iduladha, butuh sedikitnya 2 ribu ekor sapi dan 750-1.000 ekor kambing. Namun untuk jaga-jaga permintaan melonjak. Distanak Kukar akan menyiapkan hewan siap potong lebih banyak. Yakni 2.500 ekor sapid an 1.500 ekor kambing.

Menurut Kepala Distanak Kukar Aji Gazali Rahman, Provinsi NTT masih menjadi penyedia hewan kurban paling besar. Dalam sebulan, hewan ternak yang dikirim dari sana bisa 3 atau 4 kali ke Kaltim.

Selain karena stoknya melimpah, pada tahun ini Kaltim sedang tidak menerima sapi dan kambing dari Jawa. Karena sedang ramai wabah LSD. Bagaimana dengan NTT?

“Selama ini ternak dari NTT aman dari wabah PMK. Karena sapi ternak di wilayah itu terisolir dan tidak ada kontak dengan daerah luar,” kata Aji Gazali, Senin (29/5).

Sapi dan kambing dari NTT juga akan diberi vaksinasi dosis satu saat masuk wilayah Kaltim. Hal itu dilakukan untuk antisipasi dari kemungkinan terburuk saja.

“Selain itu ternak dari wilayah Sulawesi juga boleh masuk ke Kukar. Karena ternak di sana sudah divaksin sampai dosis tiga,” terang Aji.

Untuk penyerapan sapi dan kambing lokal. Distanak Kukar tetap memprioritaskannya. Namun memang jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi permintaan dalam kabupaten.

Dari catatan Distanak, jumlah sapi lokal Kukar dari penggemukan di beberapa kecamatan. Mencapai 1.000 sampai 1.500 ekor. Maka 60-75 persen, hewan kurban diseidakan dari sapi lokal. Sisanya baru mengambil hewan ternak dari Sulawesi dan NTT.

“Kambing dari Jawa sekarang sudah boleh masuk. Namun sapi yang tidak boleh karena ada wabah LSD (Lumpy Skin Disease). Kami juga melarang masuk untuk antisipasi. Jadi kalau ada pedagang yang mengambil sapi dari Jawa, kami tidak akan memberi rekomendasi.

Sementara itu, daerah di Kukar yang mendominasi permintaan sapi kurban adalah Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Samboja, dan Muara Jawa. Termasuk juga Kota Bangun.

“Insyallah kebutuhan Kukar akan terpenuhi, kami cuma membatasi ternak dari Jawa,” sebut Aji.

Tak hanya fokus pada pemenuhan stok, Distanak juga akan memeriksa hewan kurban yang masuk ke wilayah mereka. Jika ada gejala PMK, Pemkab akan memeriksanya. Lalu memberi vaksinasi. Hal ini dilakukan agar daging kurban tahun ini dalam kondisi baik dan tidak mengandung berbagai macam penyakit. (adv/vrn)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button