AdvetorialDPRD Kutim

Apa Kabar Rencana Bandara Sangkima? Ternyata Perlu Lobi Kementerian LHK

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID Sangatta – Santer jadi perbincangan mengenai rencana pembangunan Bandara Sangkima yang terletak di Kecamatan Sangatta Selatan. Lalu apa kabarnya hingga saat ini? Ternyata pengusulan pembangunan Bandara di Desa Sangkima, masih menemui jalan buntu dan perlu follow up ke Kementerian Lingkungan Hidup.

Lahan yang menjadi perebutan itu merupakan bekas bandara milik Pertamina EP Sangatta yang sekarang tak beroperasi lagi. Lahan ini juga berada dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) atau daerah hutan lindung.

Diketahui sebelumnya, Pemkab Kutim getol untuk membuka Bandara Sangkima. Tapi proses perizinannya rumit dan berbelit. Belum lagi upaya untuk alih fungsi lahan TNK menjadi milik pemerintah juga sama sulitnya.

Karena dinilai memiliki potensi menjadi bandara lokal, Pemkab Kutim melakukan upaya ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperjuangkan pengalihan lahan menjadi milik daerah, namun hasilnya nihil.

Alasannya, sebab lahan dalam kawasan TNK merupakan kewenangan Kementerian Kehutanan.

Anggota Komisi C DPRD Kutim Jimmi menanggapi hal itu, ia meminta Pemkab Kutim untuk melakukan komunikasi serta negosiasi dengan dengan kementerian terkait pemanfaatan lahan.

“Pemkab Kutim harus segera ke Kementerian LHK jika ingin mendapatkan titik temu persoalan lahan yang akan dijadikan bandara itu,” ujarnya pada Kamis, (4/5).

Mestinya, kata Jimmi pemerintah tak seharusnya patah semangat dalam hal ini. Pemenuhan fasilitas bandara merupakan hal yang sangat dibutuhkan masyarakat Kutai Timur.

“Harus bisa menindaklanjuti, jangan berhenti sampai di sini,” imbuhnya.

Keberadaan bandara tidak hanya membantu masyarakat dalam transportasi, namun bandara juga mampu menggeliatkan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, tidak hanya soal bandara. Namun, akses jalan dari pusat kecamatan ke Desa Sangkima yang tinggal beberapa kilometer pun belum ada tanda tanda kapan akan diaspal.

“Akibat terputus jalan tersebut, warga setempat agak kesulitan mencapai Ibu Kota Kutim di Sangatta,” tambahnya.

Dirinya berharap jalan tersebut bisa disambungkan untuk memaksimalkan aktivitas warga, tapi sebelum itu harus dilakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. (Jk)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button