AdvetorialDPRD Kutim

Berdasarkan SSGI Stunting Menurun, DPRD Nilai Belum Ada Fakta Lapangan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Yan Ipuy, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur (DPRD Kutim), meminta dilakukan verifikasi ulang data stunting di Kutim dengan membandingkannya sama kondisi lapangan. Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), kasus stunting di Kutai Timur pada tahun 2022 mengalami penurunan dari 27,4 persen menjadi 24,7 persen.

Yan menyatakan bahwa angka tersebut masih tinggi, dengan perkiraan sekitar tujuh ribu penduduk Kutim mengalami stunting. Namun, ia mencatat bahwa belum terlihat bukti lapangan mengenai kekurangan gizi yang parah. Oleh karena itu, Yan berpendapat pentingnya melakukan studi dan validasi ulang terhadap data tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Yan pada Selasa (11/7).

Di samping itu, pihaknya juga memandang bahwa pihak Kementerian terkait harus menjelaskan parameter yang menyebabkan Kutai Timur dikategorikan sebagai daerah dengan kasus stunting. Karena itu pula, ia meminta agar semua organisasi perangkat daerah (OPD) duduk bersama untuk menyatukan data dan angka stunting yang akurat. Tujuannya adalah agar data stunting yang diperoleh berasal dari sumber yang sama.

Sehingga, tidak akan ada perbedaan atau kesenjangan dalam data stunting di Kutai Timur.

“Tidak boleh ada dinas yang memberikan angka yang berbeda-beda, kita perlu menyatukan data ini,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga berharap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dialokasikan untuk penanggulangan stunting harus fokus pada stunting.

Lebih lanjut, ia memperingatkan agar anggaran tersebut tidak digunakan untuk program lain selain penurunan stunting.

“Jika kita tidak fokus, angka stunting kita tidak akan turun, dan itu akan memalukan jika Kabupaten kita dikenal dengan tingginya kasus stunting,” jelasnya. (Sls)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button