KutimTerkini

Back To Nature dalam Festival Sampah Plastik di Sangatta Selatan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, KUTAI TIMUR – Back to nature dalam festival sampah plastik secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk diet dalam penggunaan bahan plastik juga agar menjaga kebersihan lingkungan dari sampah. Cara ini juga merupakan langkah menyuarakan upaya meminimalisir sampah penting dilakukan dengan konsisten dalam masyarakat.

Sampah, bukan saja urusan petugas pengangkut sampah, petugas kebersihan, hingga UPT Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (KPP) yang berada dibawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun merupakan kewajiban semua orang untuk dapat berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, minimal lingkungan tempat tinggal.

Berkaitan dengan sampah dan beragam persoalan yang ditimbulkannya, All Community sebuah komunitas yang peduli pada lingkungan maupun kegiatan sosial, pada 4-5 Juni 2022 akan menggelar Festival Sampah di RT 5 Jalan Santai Desa Sangatta Selatan. Selain melibatkan Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan dan Pemerintah Desa setempat, kegiatan sosial ini turut melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim.

Camat Sangatta Selatan Vita Nur Hasanah menyebutkan maksud kegiatan ini adalah untuk mengurangi volume sampah rumah tangga. Sehingga membantu menjaga lingkungan dan bedampak pada keindahan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

“Teman-teman di All Community yang menginisiasi kegiatan ini, tentu kami pihak Kecamatan mendukung aksi kepedulian warga tersebut. Tujuan utama agar warga peduli dan menjaga lingkungan,” jelasnya.

Festival Sampah tidak saja sekedar melakukan aksi bersih-bersih sampah. Nantinya dilakukan pula aksi penanaman pohon, untuk khususnya ialah penanaman durian musangking. Kegiatan memang difokuskan pada satu Rukun Tetangga (RT), namun itu dimaksudkan sebagai percontohan, agar kemudian gerakkan ini dapat diikuti oleh RT-RT lain di Sangatta Selatan. 

“Tiap-tiap rumah tangga diharapkan bisa mengumpulkan 7 hingga 8 kilogram sampah palstik. Sampah tersebut lantas diserahkan pada All Community dan ditukar dengan 1 buah bibit durian Musang King,” ujar Camat.

Bibit durian hasil penukaran sampah plastik tersebut, akan ditanam pada tiap-tiap rumah warga RT 5 Desa Sangatta Selatan. Selanjutnya dilakukan pula diskusi-diskusi ringan yang membahas trik-trik jitu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Vita mengakui, persoalan sampah di Sangatta Selatan secara keseluruhan memang belum tertangani dengan baik dan sempurna. Namun UPT Kebersihan di Sangsel terus bergerak dengan luar biasa dalam melakukan aktiftasnya. Tinggal didukung kerja sama warga untuk peduli serta adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menampung sampah di Sangsel secara keseluruhan.

“Jadi dengan adanya TPA yang tempat dan kondisinya representatif, jelas akan mudah menampung volume sampah dari beberapa desa di Sangsel. Posisi TPA di Batota dianggap jauh. Menempatkan Sangsel mendapatkan pelayanan pengakutan sampah terakhir, dibandingkan tetangga kecamatan. Karena jauh, butuh TPA independen lain di kecamatan ini,” harapnya. (kopi5/kopi3)

admin2

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!