Bidang Industri Kutim Dorong Pengembangan Industri Sesuai Potensi Kecamatan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat pendekatan pembangunan industri berdasarkan potensi masing-masing kecamatan. Langkah tersebut dinilai penting agar pengembangan industri tidak terpusat pada satu wilayah dan setiap daerah dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
Kapala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Ade Achmad Yulkafilah, melalui Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan setiap kecamatan memiliki karakter dan potensi yang berbeda.
“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi di kecamatan itu bisa menjadi industri. Jadi bahan bakunya ada, kemudian diolah di daerah tersebut,” ujarnya.
Pemetaan awal dilakukan terhadap sejumlah komoditas. Teluk Pandan diarahkan pada potensi gula aren, Batu Ampar pada serat nanas, sedangkan kakao masih dikaji antara Karangan dan Kobun. Sementara Kaliorang menjadi wilayah yang dipetakan untuk pengembangan komoditas pisang.
Menurut Dony, pemetaan tersebut merupakan tahap awal. Penentuan lokasi pengembangan industri tetap membutuhkan kajian lebih lanjut untuk mengetahui lokasi paling efisien.
Aspek yang perlu dihitung antara lain ketersediaan bahan baku, akses transportasi, kebutuhan energi, kemampuan tenaga kerja, peralatan produksi, sanitasi dan peluang pemasaran.
Dony mengatakan pendekatan berbasis wilayah akan membantu pemerintah menentukan intervensi yang tepat. Tidak semua daerah membutuhkan bantuan atau fasilitas dengan bentuk yang sama.
“Setiap tempat kebutuhannya berbeda. Karena itu kita tidak bisa memberikan bantuan dengan pola yang sama,” katanya.
Konsep tersebut juga berkaitan dengan rencana Rumah Produksi Bersama yang sedang dipersiapkan. Fasilitas produksi diharapkan menjadi sarana untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.
Pengembangan tersebut sejalan dengan arah RPIK Kutim 2025–2045 yang telah disetujui DPRD pada Mei 2026. Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan pengembangan industri daerah dalam jangka panjang.
Dony berharap pengembangan berbasis kecamatan dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan rantai produksi yang lebih dekat dengan sumber bahan baku. (Adv/Kominfo)



