AdvetorialDPRD Kutim

Hasil Perihitungan SiLPA 2022 Selisih, Anggota DPRD Panggil Inspektorat Kutim

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Hasil perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2022 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami selisih yang menarik perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur.

Selisih yang ditemukan pada Silpa 2022 ini kemudian memicu reaksi cepat dari anggota DPRD, yang memutuskan untuk memanggil perwakilan dari Inspektorat Kutai Timur untuk klarifikasi lebih lanjut.

Diketahui bahwa sisa Lebih Anggaran (SiLPA) APBD Kutai Timur (Kutim) 2022 telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutim sebesar Rp1,5 Triliun. Jumlah ini berbeda dengan perhitungan Silpa yang dilakukan oleh DPRD Kutim.

Anggota Pansus Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kutim 2022, Basti Sangga Langi dari DPRD Kutim, menyatakan bahwa Tim Pansus telah menghitung SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp2,7 Triliun. Sehingga terdapat selisih antara perhitungan Silpa oleh Pemkab Kutim dan DPRD sebesar Rp1,2 Triliun.

Menghadapi perbedaan ini, Pansus DPRD Kutim telah memanggil Inspektorat Daerah dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menyamakan data terkait SiLPA APBD 2022.

Namun, BPKAD Kutim tidak memenuhi undangan DPRD, sehingga Pansus mengambil inisiatif untuk bertemu langsung dengan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dan meminta BPKAD hadir dalam rapat berikutnya.

“Kami tadi menghadap ke Bupati untuk meminta BPKAD hadir dalam rapat hari Senin (24/7). Rapat itu untuk memastikan Silpa anggaran kita, apakah betul Rp1,5 atau lebih,” kata Basti Sangga Langi kepada awak media, pada Jumat (21/7).

Basti Sangga Langi menjelaskan bahwa hal ini penting karena akan memengaruhi percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kutim 2022, yang berdampak pada pembahasan APBD Perubahan Kutim 2023.

“SiLPA ini punya pengaruh besar terhadap APBD-P, jika lambat pembahasan Laporan Pelaksanaan APBD 2022, pembahasan APBD Perubahan juga ikut molor,” terang Basti. (Erw)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button