Jalan Padat Karya Sangatta Utara Banyak Dikeluhkan Warga, Anak Pelajar Jadi Korban

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur- kerusakan jalan menuai keluhan warga. Infrastruktur jalan merupakan sarana vital untuk aktifitas sehari-hari. Berbagai kerusakan jalan berupa. Jalan berlubang, becek, licin, menimbulkan kecelakaan. Jalan padat karya. Kutai Timur (Kutim), yang juga merupakan akses vital, karena disitu ada fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) ada sekolah dan perumahan. Kondisi jalannya saat ini begitu parah. Jalan yang berlubang, becek, dan licin, mengakibatkan masyarakat seringkali terjatuh.
“Minggu kemarin ada teman saya tergelincir di depan sekolah dan saya rasa ini sangat membahayakan ya. Kalau cuma terpeleset saja dan kotor mungkin itu tidak jadi masalah ya, tapi kalau sudah sampai luka-luka itu jadi PR untuk kedepannya bagaimana pemerintah memperbaiki jalan yang ada didepan sekolah ini selain dilewati oleh murid juga dilewati oleh warga perumahan”. ungkap, Phiniel. salah seorang warga perumahan juga guru SMK 2 pelayaran, saat di wawancarai awak media.
Ia menegaskan, beberapa kali murid SMK Negeri 2 Sangatta Utara terjatuh. Bahkan sudah sekitar lima sampai 10 orang mungkin ada yang jatuh di depan jalan itu. Menurutnya, semenjak habis di timbun malah tambah licin apalagi berapa hari ini hujan intens, malah tambah becek.
Di samping itu, hal serupa juga di sampaikan Suprianto, Ketua RT 32 Jalan Padat karya. Sebagai kepala RT ia mengatakan, memang tidak bisa di pungkiri memang itu kenyataan riil nya, mungkin bisa di cek langsung.
“Boleh di cek langsung, bukan di rekayasa ya, dalam arti ini kenyataan riil, memang kondisinya seperti itu bahkan kaya murid-murid SMK itu yang perempuan banyak yang taro diluar kendaraan ya karena takut terjatuh”. kata, Suprianto.
Di sisi lain, ia juga membeberkan bahwa, terkadang para warga melakukan patungan atau iuran untuk membeli batu merah agar jalan nya tidak terlalu rusak dan berlubang bisa di tempel sedikit demi sedikit.
“Masyarakat nggak mau terus terusan mengalami jalan berlubang, makanya kemarin sempat inisiatif dengan warga sokongan lah dalam arti iuran untuk membelikan batu merah, untuk mengurangi resiko”. bebernya.
Harapannya, bisa di tanggapi pemerintah segera melirik dan merealisasikan pembangunan semenisasi ini. Supaya tidak terjadi kecelakaan dan sebagainya, juga aktifitas warga dan sekolah lancar kedepannya.(BT)



