AdvetorialKesehatanKutai TimurTerkini

Pasien Covid-19 Asal Sangatta Utara Meninggal Dunia

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyampaikan bahwa baru-baru ini ada kasus kematian akibat Covid-19 terjadi di Kabupaten Kutim khususnya wilayah Kecamatan Sangatta Utara. Orang nomor dua Kutim ini selalu mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dan patuhi protokol kesehatan. Ditengah kesibukannya dirinya tak lupa untuk terus mengingatkan dan meminta warganya agar selesaikan vaksin tahap satu, dua, dan ketiga (Booster).

“Sampai saat ini Kutim belum benar-benar lepas dari pandemi Covid-19, dua minggu lalu ada saudara kita yang terkonfirmasi positif dan meninggal dunia karena Covid-19. Artinya apa kita belum terlepas dari virus ini, mari kita jaga kesehatan tingkatkan protokol kesehatan dimana pun berada,” ucapnya.

Usai mendapat kabar itu, jejakkhatulistiwa.co.id mencoba mengkonfirmasi, dan ternyata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim Bahrani Hasanal menyampaikan bahwa benar telah ditemukan satu kasus kematian akibat Covid-19 varian baru.

“Benar ada, KTM 22261, laki-laki (46) warga Kecamatan Sangatta Utara, riwayat vaksin almarhum ini sudah booster pfizer,” ujarnya.

Untuk kronologinya, Bahrani menjelaskan bahwa laki-laki berinisial S itu sempat drop kesehatannya pada (25/10) lalu, dibawa ke Klinik SOS dan sempat di observasi namun karena tidak ada perubahan maka dirujuk ke RS AW Syahrani Samarinda. Kemudian sesampainya disana pasien mengalami koma, lalu pada (8/11) dilakukan PCR dan dinyatakan positif, tak berselang lama pada tanggal yang sama, pasien pun dinyatakan meninggal dunia dan dikebumikan pada (9/11) lalu.

“Rilisnya ini pada (10/11) ya. Kepada masyarakat jangan anggap remeh namun jangan juga panik dengan kasus sekarang. Terpenting tetap patuhi protokol kesehatan 5M itu,” jelasnya.

Bahrani pun memaparkan jumlah kasus sepanjang tahun sejak awal kemunculan Covid-19 di Kabupaten Kutim, hingga saat ini kasus positif mencapai 22.307 pasien, kasus sembuh 21.790 pasien, dan kasus meninggal atau kematian mencapai 475 kasus. Dengan kasus tambahan positif terbaru ini (14/11) sebanyak 42 kasus.

“Kasus kematian tertinggi ada di wilayah Puskesmas Teluk Lingga sebanyak 101 jiwa,” imbuhnya. (ADV/Jk)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button