Kutai TimurPolitikTerkini

DPD PKS Kutim Akui Tidak Parsial, Bukan Hanya Muncul Saat Menjelang Pileg

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak parsial atau bukan hanya menunggu momen pemilihan legislatif (Pileg) baru melakukan interaksi kepada masyarakat. Hal itulah yang disampaikan
Ketua Bidang Humas dan Polhukam DPD PKS Kutim Agusriansyah.

Ia mengaku, hadirnya PKS ditengah masyarakat tidak hanya muncul saat menjelang Pileg. Apalagi hanya demi mendulang suara lalu melakukan pendekatan secara masif kepada masyarakat.

“Artinya kita tidak menunggu momen Pileg baru berbuat. Bisa ditelusuri kekonsistenan dan komitmen kami.
Dalam berbangsa dan bernegara ini, membentuk partai politik (Parpol) kita tidak menunggu waktu tertentu baru melakukan interaksi, juga advokasi, pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak dapat dipungkiri, masyarakat merupakan unsur utama yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pemerintahan pada sistem demokrasi. Namun perlu digaris bawahi bahwa sebagai Parpol jangan hanya memanfaatkan momen tertentu sebagai strategi menjelang pemilu.

Menurutnya, PKS selalu menjalankan itu. Diantaranya melakukan advokasi terhadap perlakuan secara diskriminasi, pelayanan agar masyarakat diberi kemudahan di pelayanan publik. Seperti pendidikan, dan kesehatan.

Termasuk juga, mengadvokasi bagaimana infrastruktur, pemukiman, jalan-jalan, pertanian, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan semua stakeholder lainnya. “Semuanya harus betul-betul mendapatkan keadilan didalam kehidupan”. imbuhnya.

Disamping itu, ia juga menyampaikan bahwa strategi bahkan gait-menggait pemilih terus dilakukan dan tetap eksis dengan tagline bersama melayani rakyat.
Sebagaimana, diawal berdiri PKS selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dengan kegiatan sosial, edukasi tentang politik, bahkan dibeberapa kegiatan musibah banjir dan sebagainya.

“Partai keadilan sejahtera itu selalu didepan, berangkat pada nilai-nilai. Tetap mengedepankan dan menyuarakan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, serta memberikan pelayanan yang jelas baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam menjalankan fungsinya, setiap Parpol dapat memilih kepentingan untuk diartikulasi dan diagregasi. Memberikan pendidikan politik kepada anggota maupun masyarakat, dan memfasilitasi masyarakat untuk turut serta dalam pembentukan kebijakan.

“Kendati demikian, dalam realitas saat ini berdasarkan survei yang dirilis beberapa lembaga, kepercayaan masyarakat terhadap parpol masih kurang baik,”

Karakteristik menarik yang ada pada parpol di Indonesia adalah kaderisasi politik dan pemberdayaan masyarakat. Di banyak negara, kaderisasi dan pemberdayaan masyarakat adalah hal utama yang membedakan antara parpol dan parpol lainnya. Tujuannya supaya mengembangkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap politik dengan penguatan platform.

Penguatan platform mendorong DPD PKS Kutim untuk dapat memberikan kerangka program yang akan diperjuangkan selama menjabat, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Platform yang jelas dapat mendorong partisipasi masyarakat karena masyarakat akan mengetahui program yang diperjuangkan oleh parpol serta dapat memilih untuk terlibat dalam parpol tertentu yang sejalan dengan pandangan mereka.

“Rekrutmen dan kaderisasi dapat mendorong parpol untuk mencetak anggota serta kader yang siap untuk menduduki jabatan politik. Alhamdulillah PKS dalam survei Nasional selalu mendapat hasil yang baik walaupun harus terus ditingkatkan,” tandasnya. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button