Peringatan Harganas Momentum Bahagia Bagi DPPKB Kutim

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pada Peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 menjadi momentum yang bahagia bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutai Timur (DPPKB Kutim). Pasalnya, DPPKB berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Hal itu menjadi prestasi yang membanggakan.
Pujian pun mengalir dari berbagai pejabat dan tamu undangan yang turut hadir, Seskab Kutim Rizali Hadi, mewakili Penjabat Sementara Bupati HM Agus Hari Kesuma, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama dalam pembangunan masyarakat.
Rizali juga mengapresiasi dedikasi DPPKB yang sejalan dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam upaya pengentasan stunting.
“Keluarga adalah pondasi masyarakat. Program Pemkab Kutai Timur melalui DPPKB sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang bebas stunting,” ucap Rizali
Achmad Junaidi, Kepala Dinas PPKB Kutim, menyampaikan, ini adalah pengingat bahwa pentingnya membangun keluarga yang kuat dan sehat. Agar terbebas dari stunting,
Kerja keras dari seluruh pihak dalam menekan angka stunting yang terus mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir ini, akhirnya membuahkan hasil. Walaupun, harus memang bertahap.
“Ini tugas berat, tapi kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari seluruh elemen, termasuk lembaga mitra dan perusahaan, sangat penting,” ujarnya.
Pada Juni 2024 tercatat 15.576 keluarga masuk dalam kategori berisiko stunting, angka itu terus menurun hingga 12.362 pada akhir September 2024.
Selain itu, jumlah anak yang mengalami stunting juga berkurang, pada Juni 2024 terdapat 1.801 akhir September 2024 menurun hingga 1.748 anak.
Penurunan ini tentu menjadi pencapaian tersendiri, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi. Walaupun penurunan ini terbilang kecil, tren positif tersebut menjadi bukti bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah, bersama dengan mitra kerja, membuahkan hasil yang nyata.
Kecamatan Muara Bengkal masih menjadi wilayah dengan kasus stunting tertinggi, dengan 224 anak terdampak. Sementara itu, Kecamatan Batu Ampar menjadi wilayah dengan angka stunting terendah, hanya mencatatkan 5 anak yang mengalami kondisi tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam upaya menekan angka stunting, DPPKB Kutim memberikan penghargaan kepada individu, kelompok, dan perusahaan yang dinilai berperan penting dalam keberhasilan ini.
Acara yang penuh dengan nuansa apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk berperan aktif dalam upaya bersama mencapai Indonesia yang bebas stunting pada tahun 2045.



