Kutai TimurTerkini

Konseling Teman Sebaya, Upaya DP3A Kutim Mencetak Konselor Muda

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Demi mengatasi kenakalan remaja dilingkungan sekolah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bekerja sama dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Permata Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan kegiatan Konseling Teman Sebaya di SMAN 1 Sangatta Utara, pada Kamis (3/11).

Dihadapan para peserta, yang didominasi oleh pelajar Plt. Kabid Kualitas Hidup Perempuan, Kualitas Keluarga Data dan Informasi DP3A Kutai Timur, Adji Farmila Rachmi, pada sambutannya ia bertanya kondisi pelajar mengenai ada atau tidak masalah, yang dihadapi pada pagi hari itu. Serempak para siswa dan siswi menjawab “tidak ada”.

“Biasanya orang pasti punya masalah, karena permasalahan itu selama kita hidup (pasti) selalu ada masalah. Tapi masalah itu sebenarnya adalah ujian,” ujarnya.

Diungkapkannya, sebuah masalah sepatutnya ditanggulangi hingga diselesiakan namun terkadang proses penyelesaiannya menuai kendala. Seperti suatu perkara membutuhkan keterangan pihak tertentu, tetapi seseorang tidak ingin membicarakannya atau sulit mengingat kembali persoalan, yang hendak ditangani.

Di samping itu, kata Adji Farmila Rachmi, seorang remaja yang mempunyai lingkungan tersendiri lazimnya akan bercerita, berkeluh kesah maupun berkonsultasi atas masalah yang sedang dihadapi kepada temannya.

“Itulah kadang-kadang ada teman yang dekat dengan kita, berkonsultasi, berbagi cerita, karena dengan berbagi cerita mungkin akan meringankan (suatu masalah),” katanya.

Meskipun begitu, sambungnya, terdapat suatu problem yakni usai mengungkapkan keluhannya seseorang belum tentu memberikan solusi terhadap masalah, yang tengah dialami oleh para pelajar.

“Tidak harus teman bisa orang tua, saudara, atau paman. Saat kita curhat dengan orang yang (tidak tepat) bukannya selesai bahkan nambah masalah nantinya,” tambahnya.

Oleh sebab itu, melalui kegiatan Konseling Teman Sebaya bertema “Penguatan Sikap Mental Positif, untuk Mencegah Perilaku Beresiko Pada Remaja” bakal mencetak konselor muda. Para peserta akan dibekali keterampilan tertentu, untuk memberikan bantuan psikologis kepada anak-anak, atau remaja dengan tingkat kedewasaan yang serupa. (ADV/ARF)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button