Memberantas Korupsi Butuh Kerjasama Instansi Dengan OPD

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemberantasan korupsi sulit terwujud tanpa ada kerja sama instansi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal itu juga disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) Sulastin, Menurutnya, kerja sama yang komprehensif dan komitmen bersama merupakan langkah penting untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.
“Hanya dengan kerja sama yang solid dan komitmen bersama, kita bisa membangun Indonesia yang bersih dari korupsi,” ujarnya.
Acara bertajuk “Penyusunan Kebijakan Anti-Korupsi” ini digelar Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama dengan Pemkab Kutim.
Acara dilaksanakan di Gedung Wanita, Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi, Sangatta Utara dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintahan, hingga pegawai negeri.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) untuk membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Lebih jauh, ia juga mengungkapkan, pentingnya agama sebagai benteng moral untuk mencegah korupsi. Dengan membentengi diri sendiri, celah untuk korupsi bisa dihindari.
“Kesadaran akan pentingnya menghindari korupsi harus ditanamkan dalam diri masing-masing,” ungkapnya.
Kepala Perwakilan BPKP Kaltim Felix Joni Darjo, memberikan pemaparan mendalam terkait strategi dan praktik implementasi SPIP yang terintegrasi dengan kebijakan anti-korupsi.
Felix menjelaskan berbagai metode pengawasan untuk mencegah kecurangan sekaligus menyelaraskan kebijakan keuangan dengan prinsip akuntabilitas.
Felix berharap sosialisasi ini dapat benar-benar dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta. Dia juga menekankan pentingnya setiap pegawai pemerintah dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mencegah praktik korupsi.
“Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi awal yang signifikan untuk memperkuat komitmen setiap instansi pemerintah dalam menolak segala bentuk korupsi,” kata Felix.
Semua persoalan diungkap secara terbuka kemudian dibahas bersama untuk dicarikan solusinya. Kehadiran sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang anti-korupsi memberi wawasan baru bagi peserta sekaligus mendorong mereka untuk lebih serius mendukung pelaksanaan SPIP yang bersih dan berintegritas.



