KaltimKutai TimurKutimTerkini

Begini Proses Perjalanan Air Bersih Sampai ke Rumah Pelanggan PDAM TTB

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Air bersih merupakan kebutuhan pokok setiap mahluk hidup, setiap hari manusia beraktivitas menggunakan air bersih mulai dari mandi, cuci, memasak, dan sebagainya. Tapi tahukah kalian bagaimana proses panjang yang harus dilalui air bersih mulai dari sumbernya yang berada di sungai, danau, ataupun gunung hingga akhirnya sampai kerumah pelanggan PDAM Tirta Tuah Benua (TTB). Mari ikuti penjelasannya pada media jejakkhatulistiwa.co.id.

Air baku dari PDAM TTB berasal dari Sungai Kabo, sumber air ini tidak serta merta langsung dapat digunakan untuk kebutuhan air bersih. Air tersebut terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan kualitas, kuantitas dan kontinuitas, untuk menjaga kualitas dari air baku tersebut, biasanya air akan mengalami proses pengolahan seperti uji cara fisika, kimia, dan biologi. Pengujian kualitas air dilakukan setiap 1 jam sekali, dengan cara kerja pH air, batas air jadi pH standar 6,5-8,5. Kekeruhan air jadi maksimal diangka 5 NTU, lalu sisa chlor maksimal 2 mg/liter dan pada ujung pipa distribusi 0,2 mg/liter.

Suparjan, Direktur Utama PDAM TTB Kutim menjelaskan sistem pengolahan air minum atau SPAM ini biasanya berupa proses pengolahan ipa baja atau menggunakan tangki ipa fiber. Sementara sebagian kecil lainnya masih menggunakan ipa beton. Khususnya untuk WTP yang dibangun sudah lama atau water treatment berkapasitas besar.

“Pengolahan yang dilakukan melalui sistem PDAM ini memiliki tiga tahapan, yaitu intake building, WTP, dan reservoir. Prosesnya pun cukup rumit dan menelan biaya yang cukup besar,” ujarnya sembari memaparkan hal lainnya.

Intake building kata Suparjan, pada pengelolaan air bersih sistem PDAM merupakan bangunan pertama dimana air baku pertama kali masuk dalam proses pengolahan air bersih di sistem ini. Pada bangunan ini terdapat suatu screen bar yang berfungsi sebagai penyaring atau filter air unit ipa baja. Air yang masuk pada bangunan ini disaring agar benda-benda asing atau partikel lainnya dapat tertinggal di luar sehingga hanya air saja yang ada pada proses berikutnya.

caption id=”attachment_6671″ align=”alignnone” width=”443″] Suparjan bersama para awak media[/caption]

Proses berikutnya ini yaitu water treatment plant (WTP) dimana air yang tidak sesuai standar dan masih mengandung banyak cemaran akan diproses hingga menghasilkan air bersih. Pada tahap ini biasanya akan dilakukan beberapa tahapan proses. Pada proses ini terdapat enam tahapan yaitu bangunan penyadap, koagulasi- flokulasi, prasedimentasi, filtrasi, sedimentasi, dan desinfeksi.

“Pada proses koagulasi (pengadukan cepat) air yang masih mengandung cemaran dilakukan destabilisasi untuk memisahkan partikel. Pada tahap ini dibantu dengan zat kimia berupa tawas dan pengadukan atau maxing,” pungkasnya.

Kemudian fokulasi (pengadukan lambat), pada tahap ini air dikondisikan tenang dan diaduk dengan kecepatan lambat untuk memperbanyak pengendapan. Kemudian dilanjutkan pada proses sedimentasi dimana dilakukan pengendapan terhadap kotoran atau partikel yang mulai terpisah dengan air.

Berikutnya dilakukan tahap filtrasi, air yang telah dipisahkan dengan kotorannya dilakukan penyaringan ulang agar benar-benar bersih. Namun filtrasi bukanlah tahap akhir, air masih harus melalui proses akhir yaitu reservoir sebelum akhirnya didistribusikan ke pelanggan PDAM TTB.

“Tahap terakhir pada bagian WTP di sistem PDAM ini yaitu desinfeksi. Air yang telah sampai pada tahap ini belum tentu terbebas dari kuman bakteri. Pada tahap terakhir pengolahan air ini adalah proses desinfeksi, proses ini umumnya menggunakan zat kimia berupa klorin untuk menghilangkan mikroba yang ada pada air, setelah melewati proses ini kemudian air dialirkan ke reservoir,” paparnya.

Reservoir SPAM air akan dialirkan ke dalam bak atau bangunan penampungan sebelum air di distribusikan ke pelanggan. Masih kata Suparjan bangunan reservoir biasanya diletakkan pada tempat yang lebih tinggi. Hal ini untuk memudahkan air mengalir melalui pipa-pipa distribusi. Ini merupakan tahap akhir, air baku benar-benar bersih dan telah sesuai dengan standar baku mutu air sehat untuk konsumsi.

Suparjan juga menerangkan jika SPAM terbagi dua yakni SPAM jaringan perpipaan itu meliputi unit air baku, unit produksi, unit distribusi, unit pelayanan. Kemudian ada SPAM bukan jaringan perpipaan ini berupa sumur dangkal, sumur pompa, bak penampungan air hujan, terminal air, dan bangunan penangkap mata air.

Ipa Kabo mempunyai kapasitas terpasang 280 liter/detik dengan kapasitas pengambilan air baku (sungai) 1,140 liter/detik, untuk sumber air bakunya berasal dari air permukaan sungai yang berada di wilayah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. Kualitas air baku yang dapat diolah umumnya memiliki tingkat kekeruhan maksimum 600 NTU atau 400 mg/ LSiO2, untuk unsur lainnya harus memenuhi syarat baku air baku peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengolahan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

Pembubuhan bahan kimia aluminium sulfat, alum atau tawas merupakan bahan penjernih air yang biasa disebut koagulan, berbentuk granular yang bekerja pada pH 6,0-7,8. Lalu ada penggunaan soda ash, ini digunakan untuk menaikan kadar pH, lalu ada kaporit ini yang umumnya dipakai untuk desinfektan.

Pentingnya kuantitas, kualitas, dan kontinuitas, Suparjan menegaskan jumlah air mencukupi minimal untuk mandi, makan, dan minum atau sesuai yang telah ditetapkan dalam perencanaan, kadar pH antara 6,5-8,5. Bakteriologis E-colli = 0, sisa chlor minimal 0,2 mg/liter, lalu sistem pengaliran air kepada pelanggan berlangsung selama 24 jam perhari pada wilayah Kecamatan Sangatta Utara.

“Sebelum air baku itu sampai kerumah pelanggan, air baku itu sudah dipastikan tingkat kekeruhan nya rendah. Dengan melalui sistem produksi menurunkan dan mematikan mikroorganisme, menurunkan bau, rasa, dan warna, menurunkan zat atau unsur-unsur yang terlarut serta mengatur tingkat keasaman (pH),” tandasnya. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button