Bidang Industri Disperindag Kutim Fokus Membina IKM dan Industri Rumahan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pembinaan terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta industri rumahan menjadi salah satu fokus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ade Achmad Yulkafilah.
Melalui Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan ruang lingkup pembinaan mencakup berbagai kegiatan produksi skala kecil dan menengah yang membutuhkan dukungan agar dapat berkembang.
Menurutnya, industri rumahan seperti pengolahan pangan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah.
“Bidang Industri memang fokusnya ke industri. Ada IKM, industri kecil dan menengah, termasuk industri rumahan seperti tahu dan tempe,” kata Dony.
Pembinaan dilakukan melalui pendataan, pemantauan, pendampingan serta pengembangan kapasitas pelaku usaha. Pemerintah juga melihat perkembangan usaha untuk menentukan bentuk dukungan yang sesuai.
Dony menegaskan, keberadaan IKM memiliki peran penting dalam membangun ekonomi daerah karena kegiatan produksinya dekat dengan masyarakat.
Namun, pengembangan IKM tidak dapat dilakukan hanya dengan memberikan bantuan peralatan. Kebutuhan produksi harus diketahui terlebih dahulu agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat digunakan.
“Kalau kita mau bantu, harus tahu kebutuhannya. Jangan sampai alatnya ada tetapi tidak bisa dipakai,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mendorong penguatan data melalui SIINas. Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk melihat kondisi pelaku industri dan menyusun program pembinaan.
Di sisi lain, Disperindag juga memberikan pendampingan terkait legalitas produk. Setelah kualitas produk memenuhi standar, pelaku industri dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan seperti sertifikasi halal dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.
Dony berharap pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui evaluasi setelah pelatihan. Pemerintah ingin memastikan peserta pelatihan benar-benar menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan produksi.
Dengan pendekatan tersebut, pembinaan IKM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kualitas, kapasitas dan keberlanjutan industri masyarakat Kutim. (Adv/Kominfo)



