Lingkungan

BMKG Berau Peringatkan Cuaca Ekstrim

Sirkulasi Siklonik pada lapisan 925-850 hPa di perairan Sumatera Barat dan Selat Makassar menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk halnya Berau. Hal itu diutarakan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi, kemarin (4/10).

Bahkan katanya, berdasarkan pengamatan jajarannya, cuaca ekstrem akan terjadi pada tiga hari ke depan. Untuk itu dirinya meminta masyarakat, khususnya para nelayan yang memang banyak beraktivitas di laut untuk selalu waspada terhadap sejumlah dampak yang dapat ditimbulkan.

“Hal itu dapat menyebabkan terbentuknya awan cumulonimbus yang menyebabkan hujan disertai petir. Apabila di laut dapat memengaruhi tinggi gelombang, terutama saat hujan hendak turun. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga bulan November nanti,” ujarnya.

Perubahan cuaca juga dirasakan salah seorang nelayan asal Kecamatan Maratua, Salman. Akibat cuaca yang cukup ekstrem dia yang merupakan nelayan pancing harus mengubah waktu berburunya.

Jika biasanya sekali berlayar dirinya memancing hingga tiga malam, kini hanya sehari. “Beberapa hari ini memang cuaca tidak stabil, kadang kalau malam itu airnya tenang angin juga cukup tenang tapi tiba-tiba angin kencang dan gelombang juga ikut meninggi,” katanya.

Meski hal itu tentu sangat berpengaruh pada hasil tangkapannya, namun dirinya tidak begitu ambil pusing. “Memang sih hasil (tangkapan) tidak sama, tapi mau bagaimana lagi. Ini demi keselamatan juga,” katanya.

Sementara, Camat Maratua Marsudi, menyebut, perubahan cuaca itu belum memengaruhi pola kerja seluruh nelayan. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, nelayan-nelayan yang menggunakan kapal besar masih tetap beroperasi seperti biasa, yakni melaut dalam 3-5 hari.

Wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di antaranya.

Minggu (4/10) : Laham, Tanjung Redeb, Karangan, Karangan, Bengalon, Long Apari, Penajam, Sangata, Bongan, Muara Wahau Damai, Muara Koman, Sendawar, Maratua, Long Iram, Tabang, Long Bangu

Senin (5/10): Sandaran, Tanjung Redeb, Karangan, Muara Wahau, Long Bangun, Sendawar, Kelay, Long Iram, Melak, Muara Pahu, Melak, Muara Pahu.

Selasa (6/10) : Laham, Sendawar, Tanjung Redeb, Long Apari, Long Bangun.

Sumber : Berau Procal, BMKG Berau

Related Articles

Back to top button