Faizal Ikuti Peringatan Bulan Bung Karno di GBK

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Faizal Rachman, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, hadiri perayaan puncak Bulan Bung Karno di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
Acara puncak peringatan Bulan Bung Karno di Gelora Bung Karno (GBK) dilaksanakan pada Sabtu (24/6) dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan partai serta ratusan ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah. Pada acara tersebut, juga terdapat penampilan tari kecak oleh 3.000 penari wanita.
Dengan tema “Kepalkan Tangan Persatuan untuk Indonesia Raya,” Faizal menyampaikan bahwa dirinya dan ribuan kader PDI Perjuangan diperintahkan oleh Ketua Umum Partai untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat. Faizal mengungkapkan hal ini dalam wawancara singkat.
Perayaan Peringatan Bulan Bung Karno yang disiarkan secara live di kanal Youtube PDI Perjuangan juga merekam pidato Megawati Soekarno Putri, pimpinan partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut. Dalam pidatonya, Megawati mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk turun tangan membantu rakyat.
Megawati menekankan pentingnya peran aktif para kader dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat serta pentingnya peran masyarakat dalam memilih pemimpin.
“Kalau memilih pemimpin jangan cuma lihat tampangnya. Hati-hati loh. Karena itulah gunakan hak pilihmu dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Orang nomor satu di PDI Perjuangan itu juga menyebut bahwa pertimbangan pemilihan pemimpin hendaknya didasarkan pada karakter kepemimpinan yang visioner, arif, bijaksana, dan memiliki rekam jejak prestasi yang baik. Mega menekankan pentingnya masyarakat memilih pemimpin dengan menggunakan hak pilih secara bijaksana.
Ia juga berpesan bahwa rakyat akar rumput adalah kekuatan sejati Bangsa. Dia meminta semua kader terus berjuang demi rakyat di akar rumput. Ia mengutip perkataan Bung Karno bahwa di dalam gubuk-nya rakyat miskin itulah energi perjuangan kepartaian berasal dan Tuhan bersemayam di gubuk-nya rakyat-rakyat miskin. (Arf)



