Harlah Pancasila di Kutim, Dandim Tekankan Pentingnya Persamaan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Setiap memasuki awal bulan Juni, seluruh elemen di Indonesia termasuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperingati momentum Hari Lahir Pancasila dengan melaksanakan upacara. Momen tersebut menjadi wujud tersendiri untuk menghormati perjuangan para penggagas Republik Indoesia saat merumuskan dasar-dasar negara.
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan meja statis yang menyatukan berbagai keragaman yang ada, sekaligus sebagai “bintang penuntun” (leitstar) dinamis yang memandu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara, mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Bertempat di halaman Kantor Bupati Kutim, upacara Hari Lahir Pancasila pada Kamis (1/6) berlangsung khidmat. Seluruh perwakilan organisasi perangkat daerah dan organisasi non pemerintah turut mengikuti upacara tersebut.
Selama berlangsung, Dandim 0909 Kutai Timur, Letkol Inf Adi Swastika memimpin jalannya kegiatan sebagai inspektur upacara. Dandim pun membacakan amanat yang isinya antara lain Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya merupakan falsafah dasar, pandangan hidup bangsa, dasar negara, ideologi, kekuatan pemersatu bangsa, dan sumber segala sumber hukum negara.
Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, memiliki makna bagi rakyat dan bangsa Indonesia, tidak hanya menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara ataupun tujuan berbangsa, namun turut menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam
kehidupan sehari-hari. Tidak lupa Dandim pun berpesan untuk menunjukkan persamaan dan kesampingkan perbedaan. Terutama pada saat fenomena intoleransi yang telah mengemuka di masyarakat.
“Sadari bahwa kita saling membutuhkan sehingga diperlukan semangat untuk bekerja sama, bersinergi dan bergotong royong dalam upaya memajukan bangsa,” tambahnya.
Selanjunya, Dandim menekankan agar tetap menjaga keberagaman Bhinneka Tunggal Ika terutama menghadapi Pemilu Serentak Tahun 2024.
“Kita pegang Bhinneka Tunggal Ika dalam beragama. Tetap utamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Menjelang Pilkada akan banyak terjadi konflik golongan tertentu, tapi kita lihat muaranya bahwa semua itu pada kemajuan Kutim,” urainya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengajak semua golongan baik golongan bawah, menengah, maupun atas untuk menjaga persatuan dan kesatuan.(kopi9/kopi13/Arf)



