DPC PPP Kutim Adakan Kompetisi Terbuka Jadi Ketua DPRD 2024

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur- Pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kutim membuka kompetisi terbuka untuk menjadi Ketua DPRD Kutim bagi siapapun yang siap. Tujuannya agar para incumbent dan calon legislatif (Caleg) bersemangat mengumpulkan pundi-pundi suara.
“Persepsi saya, sebagai partai besar di Kutim yang tidak memiliki dinasti ya PPP. Tugas kami bagaimana menghantarkan PPP ini survive, dan kami harus terus melahirkan pemimpin selanjutnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah partai adalah yang mampu melahirkan pemimpin baru. PPP Kutim berani mengambil resiko, berspekulasi, dan berinovasi untuk menciptakan panggung-panggung baru bagi para alternatif pemimpin baru. Bahkan ini juga menjadi salah satu strategi PPP Kutim menghadapi kontestasi lima tahunan tersebut.
“Regenerasi, sebab beda zaman beda model. Dalam artian beda yang di pimpin, jadi pemimpin harus menyesuaikan. Jika tidak maka model komando, strategi politik, pola kaderisasi, dan pendekatan komunikasi antar-lembaga akan cenderung mengalami stagnasi,” katanya.
Sehingga, sambungnya. partai politik akan cenderung berkutat pada kerja-kerja lama untuk mempertahankan basis pemilih loyal, tanpa mampu memperluas captive market-nya.
Terkait penjaringan bakal calon legislatif (Bacaleg), Uce menerangkan jika caranya sama seperti partai lainnya. Mendekati para tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas besar. Baik caleg incumbent ataupun baru, ikut kompetisi sebagai Ketua DPRD atau tidak PPP menegaskan akan tetap mendukungnya.
Sementara itu, untuk sayap keorganisasian sudah tersebar di 18 kecamatan dan masih sangat aktif. Ada badan zakat, semacam rescue, pemuda Ka’bah, WPP Majelis Ta’lim, dan lainnya. Bahkan untuk kegiatan sosial, Uce menerangkan fungsi lain dari partai ialah harus selalu hadir ditengah masyarakat dan berinteraksi langsung.
“Alhamdulillah, kegiatan sosial PPP cukup banyak lah. Juga ada dana pembinaan bagi Majelis Ta’lim, dana itu bukan dari pemerintah tapi murni PPP,” terangnya. (JK)



